#penganiayaan

Pengeroyokan dan Perusakan Mobil di Metro Berawal dari Senggolan

Pengeroyokan dan Perusakan Mobil di Metro Berawal dari Senggolan
Dua pelaku pengerusakan satu unit mobil Toyota Vios usai konferensi pers Polres Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) – Polres Metro menangkap dua pelaku penyerangan Rifki Apriansyah, warga Sukadana, Lampung Timur, di depan Gedung Sessat Agung, Metro, pada Minggu, 17 Juli lalu.

Tersangka adalah IZ alias Jaka (21), warga Desa Simbar Waringin, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, dan DKP (20), warga Jalan Badak, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Metro Utara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka DKP (20) mengaku peristiwa itu berawal hanya dari senggolan di dalam tempat hiburan, Start One. Akibatnya puluhan remaja mengejar dan mengeroyok korban hingga merusak mobil korban.

"Pertama kami dikeroyok di dalem, karena senggol-senggolan. Lalu keluar menunggu yang pukul dan kami balas. Memang kami tidak tahu persis yang pukul di dalam, tetapi yang jelas mereka masih satu rombongan," kata tersangka DKP, Senin, 25 Juli 2022.

Setelah membalaskan dendam, rombongannya melakukan pengejaran hingga di depan GSG BSW atau depan Taman Merdeka Metro.

"Kami kejar sampai di Taman Kota, hancurkan mobilnya. Untuk yang melakukan itu kurang paham ada berapa banyak. Tapi yang saya kenal ada 7 orang," lanjutnya.

Dia menyebut, saat ini rekannya itu melarikan diri. Bahkan, tidak ada komunikasi lagi.

"Katanya mau ke seberang semua. Saya harap bisa tertangkap semua biar bisa temani saya di penjara," ungkapnya.

Sementara tersangka IZ (21) mengatakan keributan itiu murni dendam dari di tempat hiburan malam. Namun, dia tidak ada niat untuk membunuh.

"Kami pakai batu, pedang dan kayu. Penyerangan itu tidak ada niat, cuma kebetulan ada pedang milik DKP di rumah teman saya dan diambil," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait