#penganiayaan

 Pengemudi Ojol Dianiaya Karyawan Es Krim di Bandar Lampung

 Pengemudi Ojol Dianiaya Karyawan Es Krim di Bandar Lampung
Pengemudi ojek online (Ojol), Sofyan (25), yang menjadi korban penganiayaan oleh karyawan es krim Mixue saat diwawancarai sejumlah awak media, di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa, 9 Agustus 2022. (Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengemudi ojek online (Ojol), Sofyan (25), menjadi korban penganiayaan oleh karyawan es krim Mixue berinisial RI (18) di Jalan Sriwijaya, Enggal, Tanjungkarang Pusat, Selasa, 9 Agustus 2022 sekitar pukul 14.00 WIB. Korban terluka di bagian wajah karena dipukul menggunakan paving box oleh karyawan tersebut. 

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra, menjelaskan peristiwa bermula saat terjadi transaksi pemesanan online antara sopir (driver) ojol dan karyawan toko. Saat itu, korban meminta agar pemesanannya dipercepat lantaran waktu sudah mendesak untuk segera diantarkan.

"Korban ini minta cepat pesanannya, sementara posisi toko sedang ramai. Karyawan meminta untuk sabar sehingga terjadilah cekcok yang berujung penganiayaan,"katanya.

Atas kejadian tersebut, polisi menyita barang bukti berupa CCTV, paving berbentuk segi empat (batako) dan hasil visum. 

"Dari hasil visum yakni ada luka di kening kiri dan bibir. Maka, memang benar ada penganiayaan dilakukan oleh karyawan toko terhadap driver ojek online,"ujar Dennis.

Baca juga: Seorang Ibu Diduga Jadi Korban Penganiayaan Ojol di Bukit Randu

Kemudian, polisi memanggil kedua belah pihak dan memeriksanya di ruang unit Ranmor untuk mengetahui duduk perkara sebenarnya. Sofyan mengaku melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung karena dia merasa tidak bersalah dan terluka.

"Saya melaporkan kepolisian untuk memberikan efek jera kepada oknum karyawan toko tersebut," katanya. 

Dennis menambahkan bahwa korban sudah dua tahun bekerja sebagai pengemudi ojol dan tidak pernah mengalami kejadian seperti ini. Oleh sebab itu, korban meminta polisi untuk menegakkan keadilan dan menahan pelaku. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait