#lobster#desapangan#beritalampung

Pengembangan Lobster dan Desa Pangan Untuk Peningkatan Gizi Masyarakat

( kata)
Pengembangan Lobster dan Desa Pangan Untuk Peningkatan Gizi Masyarakat
Rapat Koordinasi Pembangunan Pangan Gizi Provinsi Lampung yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chali, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu, 30 September 2020. Dok ADPIM


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan pembangunan pangan dan gizi masyarskat, salah satunya dengan mengembangkan potensi lobster di Provinsi Lampung. Hal tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi Pembangunan Pangan Gizi Provinsi Lampung yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chali, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Rabu, 30 September 2020.

Apalagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap nomor 51/KEP-DJPT/2020 tentang Kuota Penangkapan Benih-benih Lobster (Puerulus) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang berlaku mulai 15 Mei 2020.

Provinsi Lampung masuk didalam wilayah WPPNRI 572 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Barat Sumatra dan Selat Sunda. Secara keseluruhan di Pesisir Barat Sumatera sepanjang Provinsi Lampung sampai Provinsi Aceh ditarget 18.537.500 ekor benih bening lobster oleh Kementerian.

Rapat diikuti Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung Febrizal Levi, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (PMDT) Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kabid Kesehatan Masyarakat dan Kabid Infokom BBPOM Bandar Lampung Zamroni.

"Saya meminta kepada Dinas Ketahanan Pangan agar membuat business plan mengenai lumbung pangan desa yang mempunyai potensi ekonomis, serta BUMDes bisa memproduksi bahan-bahan dari potensi daerah dan mau bekerja di bidang perikanan," kata Nunik.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung Febrizal Levi memaparkan bahwa pihaknya akan mengevaluasi program di tahun 2019 dan akan tetap merencanakan program di tahun 2020.

"Lampung memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung lobster, karena lobster sedang ada di masa jaya-jayanya. Jadi kedepannya akan kita buat program-program untuk mengelola bibit lobster dengan sebaik mungkin," katanya.

Sementara itu, Kabid Infokom BBPOM, Zamroni, mengatakan bahwa ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan beberapa hari ke depan, seperti Desa Pangan Aman yang fokus pada Kota Metro dan Kabupaten Pesawaran. Program ini akan melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang pangan.

Ia menyampaikan bahwa Pasar Wayhalim mendapatkan penghargaan tingkat nasional dari BBPOM Pusat. Dipilihnya Pasar Wayhalim untuk penilaian tahun ini dengan melihat aspek lainnya, yaitu telah mendapatkan hasil penilaian dari Kementerian Perdagangan. 

"Harapan kedepan bahan pangan akan tersedia, berkualitas dan bermutu. Persediaan protein seperti telur dan ayam di tiap-tiap rumah tangga terpenuhi. Serta mengoptimalkan distribusi pangan dengan harga yang terjangkau dan dapat bekerjasama dengan Tim Satgas Pangan Lampung," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait