#tenggelam#wisata

Pengelola Wisata yang Cuek Keselamatan Pengunjung Boleh Digugat

Pengelola Wisata yang Cuek Keselamatan Pengunjung Boleh Digugat
Petugas dan warga mencari remaja yang tenggelam di Pantai Wayredak Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat. Dok Warga


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Pengamat hukum Universitas Lampung (Unila) Yusdianto menilai maraknya kejadian pengunjung yang tewas tenggelam di lokasi wisata pantai di Lampung mewajibkan pemerintah daerah mengevaluasi izin operasi yang dikeluarkan. Bahkan, pengelola tempat wisata bisa digugat jika tak mengutamakan keselamatan wisatawan. 

"Gugatan diperkenankan selama pengelola wisata tidak ada pertanggung jawaban," katanya, Rabu, 2 Juni 2021.

Baca: Pengelola Wisata di Lampung Diminta Utamakan Keselamatan Pengunjung

 

Menurut Yusdianto, kecelakaan yang dialami wisatawan termasuk kejadian luar biasa. Hal itu juga menunjukkan pengelola wisata tidak menyiapkan sarana dan prasarana yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.

"Ini harus jadi bahan evaluasi. Wisata pantai harus diberi rambu-rambu batas pengunjung, tempat berenang, dan disediakan penjaga," kata dia.

Mengutip Pasal 20 huruf c dan f Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Yusdianto menyebut setiap pengunjung tempat wisata berisiko tinggi berhak memperoleh perlindungan hukum, keamanan, dan asuransi.

Kemudian pada Pasal 1365 KUHPerdata disebutkan setiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada orang lain mewajibkan pelaku mengganti rugi.angkah Hukumnya.

"Jika memang kecelakaan wisatawan disebabkan kelalaian pengelola tempat wisata maka bisa digugat atas dasar perbuatan melawan hukum alias onrechtmatige daad," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait