#pendidikan

Pengelola Jurnal Ilmu Komunikasi Siap Hadapi Perubahan Akreditasi

Pengelola Jurnal Ilmu Komunikasi Siap Hadapi Perubahan Akreditasi
Webinar bagi pengelola jurnal di Indonesia bertema Persiapan Akreditasi Jurnal Komunikasi Sesuai Kebijakan Baru 2021, Selasa, 30 November 2021. Istimewa


Jakarta (Lampost.co) -- Asosiasi Penerbit Ilmu Komunikasi (Apjiki) berupaya meningkatkan jumlah akreditasi jurnal komunikasi. Hal itu seiring dikeluarkannya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 106/E/KPT/2021.

Aturan tersebut diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan penerbit jurnal ilmiah agar menjadi wahana komunikasi ilmiah antara peneliti, akademisi dan masyarakat pengguna.

Hal itu terungkap dalam webinar bagi pengelola jurnal di Indonesia bertema “Persiapan Akreditasi Jurnal Komunikasi Sesuai Kebijakan Baru 2021", Selasa, 30 November 2021.

Ketua Umum Apjiki, Puji Lestari, mengatakan publikasi ilmiah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam kegiatan Tridarma perguruan tinggi yang dilakukan dosen dan mahasiswa.  

“Saat ini semua dosen wajib melakukan publikasi dari kegiatan yang dilakukan. Apalagi publikasi akan terekam secara digital melalui aplikasi sistem. Sementara publikasi mahasiswa juga diperlukan untuk kelulusan dan akreditasi," ujar Puji. 

Dengan melihat masih adanya penerbit jurnal ilmiah bidang komunikasi yang belum terakreditasi Sinta, tentunya webinar itu akan membantu peserta dalam pengajuan akreditasi. 

Puji Lestari menjelaskan dari sekitar 340 program studi ilmu komunikasi yang ada, terdapat 26 jurnal yang terakreditasi sinta 2, 22 jurnal terakreditasi sinta 3, 67 jurnal sinta 4, 42 jurnal terakreditasi sinta 5, dan 6 jurnal terakreditasi sinta 6. 

Apjiki mendorong para pengelola jurnal untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas jurnal untuk memenuhi kebutuhan publikasi hasil-hasil riset komunikasi di Indonesia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait