#korupsi#kejaksaan

Pengejaran DPO Korupsi PT LJU Hingga Terbitkan Red Notice

Pengejaran DPO Korupsi PT LJU Hingga Terbitkan Red Notice
Korupsi. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung bakal mengajukan red notice untuk dua terdakwa korupsi korupsi BUMD Provinsi Lampung, PT Lampung Jasa Utama (LJU). Upaya itu dalam pengejaran keduanya, yaitu Direktur Utama  PT Jasa Lampung Utama Andi Jauhari Yusuf dan Direktur PT Raja Kuasa Nusantara selaku rekanan, Alex Jayadi, yang berstatus buronan.

Plt Aspidsus Kejati Lampung, M. Syarief, mengatakan pihaknya sedang berupaya mengajukan red notice terhadap dua pelaku tersebut.

"Kami bersurat dengan Jamintel terkait proses pengeluaran red notice," ujar Syarief, Minggu, 24 Juli 2022.

Untuk itu, data keduanya dikirim ke Adhyaksa Monitoring Centre. Dengan begitu pengajuan itu bisa segera ditindaklanjuti dan perburuan bisa lebih optimal.

Kasidik Pidsus Kejati Lampung, Krisnandar, mengatakan terdapat kendala dalam proses penerbitan red notice Andi Jauhari Yusuf yang tinggal di Bogor, Jawa Barat. Sebab, penerbitan red notice dibutuhkan sidik jari dan copy rekam jejak sidik jari dari Disdukcapil.

"Kalau Alex Jayadi sudah karena di Lampung Selatan. Sementara Andi kami akan bersurat dulu ke Ditjendidukcapil Kemendagri. Kalau pencekalan dilakukan dari jauh hari," katanya.

Pelacakan aset keduanya juga terus dilakukan. Dari upaya terakhir, asetnya di Bogor berupa sebuah rumah dialihkan atau dijual ke pihak lain. Kemudian terdapat satu mobil yang dipegang terdakwa Andi Jahuario, milik istrinya. Kendaraan tersebut juga diblokir.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait