narkoba

Pengedar Tersangka, Mantan Sekretaris Partai dan Kurir Direhabilitasi

Pengedar Tersangka, Mantan Sekretaris Partai dan Kurir Direhabilitasi
(dok. pixabay.com)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung telah menetapkan satu tersangka terhadap peredaran narkoba yang melibatkan mantan sekretaris DPW salah satu partai di Lampung. 

Total ada tiga orang yang ditangkap yakni Yowcy Defri (37), warga Jalan Pangeran Tirtayasa, Sukabumi; Wira Cipiaji (29), warga Pesawaran; dan Darma Wijaya (52) warga Jalan M. Yamin, Enggal. Ketiganya ditangkap pada 5 Januari 2021 di tempat yang berbeda. 

Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Lampung Kompol Alsyahendra mengatakan, ketiganya dilakukan pemeriksaan secara intensif hingga 5 Januari 2021 malam. Usai gelar perkara, hanya Yowcy yang ditetapkan sebagai tersangka. 

"Di kediaman YC (Yowcy) kami amankan 0,2 gram sabu, beserta 8 bungkus klip, serta sisa alat pakai, dia ini pengedar dan residivis, belum lama bebas," ujarnya, Rabu, 6 Januari 2021. 

Ia menambahkan, saat ditangkap dan dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya narkoba atau alat hisap pada Darma dan Wiji. Namun urine keduanya positif mengonsumsi methampetamine. 

Awalnya aparat menangkap Yowcy setelah diperiksa, didapat informasi ada pemesanan narkoba terhadap Yowcy oleh Wira. Wira yang beperan sebagai kurir membawakan narkoba ke Dharma Wijaya beberapa hari yang lalu. 

"Jadi urine ketiganya positif, tapi tidak ada padanya barang itu (narkoba), WC (Wiji) dan DW (Dharma Wijaya) pakainya beberapa hari yang lalu," katanya. 

Pemasok narkoba ke Yowcy selaku pengedar masih dikembangkan aparat. Sementara Dharma dan Wiji bakal direhablitiasi. Polda telah berkoordinasi dengan Tim Assement Terpadu (TAT) yang ada di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung. 

"Kita sudah koordinasi dengan BNNP dan berkas assement/rehabilitasi sedang disiapkan, karena mereka ini pengguna," paparnya. 

Yowcy dijerat pasal 114 (2) sub 112 (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maskimal seumur hidup.

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait