#ArtisNarkoba#KasusNarkoba

Pengedar Sabu untuk Nia-Ardi Pakai Modus Transaksi Tempel

Pengedar Sabu untuk Nia-Ardi Pakai Modus Transaksi Tempel
Nia Ramadhani didampingi Ardi Bakrie menyampaikan permohonan maaf


Jakarta (Lampost.co) -- Polisi masih memburu pengedar yang memasok sabu ke pasangan selebritas Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba.

Kasat Narkoba Polres Kompol Indrawienny Panjiyoga mengungkapkan sopir Nia berinisial ZN yang juga tersangka dalam kasus ini mengaku tidak mengetahui pengedar barang haram tersebut. ZN mengaku tidak pernah bertemu dengan penjual.

"Sopir dari saudara Nia yang mengambil barang ini, tidak langsung bertemu dengan pengedarnya melainkan barang ditaruh di suatu tempat, istilahnya di tempel," kata Panjiyoga di Polres Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Juli 2021.

Panjiyoga mengatakan pihaknya masih bergerak di lapangan mencari pengedar tersebut. Dia yakin penyelidikan segera membuahkan hasil.

"Tim kami di lapangan juga masih melakukan penyelidikan semoga dapat mengungkap atau menangkap siapa pengedar yang memberikan barang tersebut," kata Panjiyoga.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi mengatakan pihaknya tengah mendalami tersangka lain dalam kasus itu. Ketiga tersangka dijerat Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pasal menyebut Pengaturan pengenaan sanksi bagi pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika, setiap penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) Tahun.

"Apakah ada niat jahat untuk memiliki, menyimpan, menguasai, bahkan mengedarkan artinya menawarkan orang lain. Oleh karenanya, selama empat hari ini penyidikan sementara sudah kami anggap cukup, dengan kontruksi Pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009," kata Hengki.

Hengki memastikan akan melanjutkan proses hukum keduanya. Meski keluarga mengajukan rehabilitasi.

"Perkara tetap kami lanjutkan. Kami bawa ke sidang nanti divonis oleh hakim, di mana ancaman maksimalnya 4 tahun, ini yang perlu diluruskan," kata Hengki.

Hengki mengatakan pihaknya akan memfasilitasi pihak Nia-Ardi bila mengajukan rehabilitasi. Penyidik akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penetapan pengajuan rehabilitasi. Keputusan rehabilitasi bukan wewenang kepolisian.

"Ada permohonan dari keluarga kita fasilitasi, dilaksanakan oleh tim asesmen terpadu oleh BNN, yang isinya ada Polri, kejaksaan, dokter , psikiater, di luar penyidik, di luar Polres Jakarta Pusat," ujar dia.

Sebelumnya, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie ditangkap di daerah Pondok Pinang, Kebayoran lama, Jakarta Selatan pada Rabu, 7 Juli 2021. Polisi terlebih dahulu menangkap ZN.

ZN mengaku barang haram tersebut milik majikannya. Polisi kemudian menggeledah kediaman Nia Ramadhani dan menemukan satu klip narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,78 gram dan bong atau alat hisap. Nia mengaku menggunakan sabu bersama suaminya, Ardi.

"Dilakukan interogasi ternyata yang bersangkutan mengakui bahwa barang milik saudara RA (Ramadhania Ardiansyah Bakrie)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis, 8 Juli 2021.

 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait