#beritalampung#beritalampungterkini#narkotika#narkoba#sabu-sabu

Pengedar Sabu-sabu di Kecamatan BNS Diamankan Polres Tanggamus

Pengedar Sabu-sabu di Kecamatan BNS Diamankan Polres Tanggamus
Petugas Polres Tanggamus menggiring tersangka pengedar sabu-sabu yang ditangkap di Pekon Negeriagung, Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Tanggamus, ke penjara. Dok Polres Tanggamus


Tanggamus (Lampost.co) -- Seorang tersangka peredaran narkotika jenis sabu-sabu ditangkap Satresnarkoba Polres Tanggamus di Pekon Negeriagung, Kecamatan Bandar Negeri Semoung (BNS), Tanggamus. Dari tersangka berinisial MT (22) itu, petugas mengamankan 4 klip sabu siap edar diduga sisa penjualan dan alat isap serta satu kunci leter T yang biasanya digunakan sebagai alat kejahatan.

Kasatresnarkoba Polres Tanggamus AKP Deddy Wahyud mengatakan tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapatkan informasi masyarakat adanya peredaran narkotika. Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap tersangka hingga akhirnya melakukan penggerebekan dan menangkapnya tanpa perlawanan.

Baca juga:  Polres Pringsewu Limpahkan Tersangka Penyalahgunaan Narkotika ke Jaksa

“Tersangka MT ditangkap tanpa perlawanan saat berada di rumahnya kemarin, Selasa, 8 November 2022, sekitar pukul 06.30 WIB,” katanya, Kamis, 10 November 2022.

Dalam proses penggeledahan di rumah tersangka, petuga juga menemukan barang bukti 4 plastik klip dengan berat brutto 0,46 gram, alat isap sabu, dua sedotan, ponsel,  dan kunci T berikut dua mata kunci.

Berdasarkan keterangan tersangka barang bukti tersebut berasal dari rekannya untuk dijual kembali kepada pemesan. “Barang bukti sabu-sabu yang diamankan berasal dari rekannya dengan harga jual Rp100 ribu per paketnya,” ujarnya.

Dia menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Tanggamus guna menyelidikan temuan barang bukti kunci leter T guna mengungkap kasus kejahatan lainnya. “Kami duga kunci leter T berikut anak kuncinya sebagai alat kejahatan,” katanya.

Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Mapolres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. “Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait