#beritalampung#lapasanak

Penganiayaan RF di Lapas Anak Lampung Direkontruksi

Penganiayaan RF di Lapas Anak Lampung Direkontruksi
Rekontruksi penganiayaan RF dilakukan Polda Lampung. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menggelar rekontruksi kematian RF (17) yang dianiaya hingga meninggal dunia oleh sesama warga binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandar Lampung, Rabu, 27 Juli 2022.

"Hari ini telah dilakukan adegan rekontruksi untuk mengetahui peristiwa kejadian kematian ABH (RF17) di LPKA," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Rabu, 27 Juli 2022.

Dia melanjutkan kegiatan rekonstruksi diawali dengan membacakan skenario rekonstruksi dan adegan dilakukan dengan menggunakan peran pengganti sebanyak 32 adegan di LPKA yang beralamat di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

"Sebagaimana peristiwa pada 28 Juni 2022 lalu telah dilakukan sebanyak 11 adegan dan kejadian tanggal 9 Juli 2022 dilakukan sebanyak 21 adegan," ujarnya.

Pandra menambahkan kegiatan rekontruksi tersebut dilaksanakan bersama jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, lembaga bantuan hukum (LBH), Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas PPA Lampung, dan Dinas Sosial (Dinsos) Lampung.

Untuk selanjutnya, lanjut Pandra, dengan pembuktian Scientific Crime Investigation akan menjadi terang suatu peristiwa pidana, maka giat rekontruksi akan melengkapi berkas perkara tersebut dan penyidik melakukan koordinasi dengan JPU sehingga berkas dikirim ke JPU dan dinyatakan lengkap.

Sebelumnya, Polda Lampung telah menetapkan empat ABH di LPKA sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan kematian seorang narapidana anak setempat berinisial RF.

Empat tersangka yang telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan tersebut berinsial IA (17) warga Tanggamus, NP (17) warga Bandarlampung, RP (17) warga Lampung Utara, dan DS (17) warga Way Kanan.

Atas perbuatan tersebut, empat tersangka dijerat dengan Pasal 80 Ayat (3) juncto Pasal 76C, Pasal 80 ayat (2) juncto Pasal 76C, Pasal 80 ayat (1) juncto Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara selama 15 tahun.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait