#penganiayaan#beritalampung

Penganiaya Anak Pacar Minta Keluarga Korban Cabut Laporan

Penganiaya Anak Pacar Minta Keluarga Korban Cabut Laporan
Penganiayaan anak. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Nova (40), berharap kekasihnya mencabut laporan terkait kasus penganiayaan yang dilakukan kepada anaknya inisial JS (7).

Pelapor Usman, mengatakan tersangka memintanya untuk mencabut laporan.

"Saya minta waktu dua-tiga hari ke depan untuk berpikir dulu," kata warga Natar, Lampung Selatan itu, Minggu, 7 November 2021.

Namun, dia dan keluarga lebih mengharapkan proses hukum terhadap NV terus berjalan. Sebab, saat ini anaknya mengalami trauma. Hal itu ditunjukkan dari perubahan sikap yang menjadi pendiam dan kerap menangis.

"Supaya dia jera karena melakukan kekerasan terhadap anak saya. Sampai saat ini anak saya masih trauma," ujarnya.

Kendati demikian, dia tidak menutup kemungkinan menerima permintaan wanita yang nyaris dinikahinya itu. "Keluarga juga ingin NV merasakan akibat dari perbuatannya. Jadi saya minta waktu untuk berembuk dulu dengan keluarga," katanya.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Devi Sujana, menjelaskan mencabut laporan menjadi hak korban dan pelapor

"Kalau memang nanti damai, itu sah-sah saja. Dari peraturan Kapolri itu ada namanya restorative justice," jelas Devi.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Bandar Lampung, Ahmad Apriliandi Passa, mengatakan proses hukum terhadap tersangka tetap berlanjut. Untuk itu, tim advokasi Komnas PA Bandar Lampung akan mendampingi korban sampai ke persidangan.

"Kalau dari kami tidak ada namanya cabut laporan. Ini untuk memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan terhadap anak," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait