#pembobolanatm#bobolatm#kriminal#kriminalitas

Pengamat: Vendor Harus Rutin Patroli Cegah Pembobolan ATM

Pengamat: Vendor Harus Rutin Patroli Cegah Pembobolan ATM
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Vendor untuk lebih meningkatkan keamanan anjungan tunai mandiri (ATM) agar pembobolan tidal terulang. Selama ini, vendor kurang memperhatikan sisi keamanan dan gangguan di lokasi ATM berada.  

"Selama ini vendor cenderung hanya memberikan  jaminan keamanan pada saat mengisi ATM. Ke depan perlu meningkatkan pengawasan gangguan dan keamanan," kata Pengamat ekonomi Universitas Lampung (Unila) Asrian Hendi Caya, Selasa, 13 September 2022.

Pengawasan jangan hanya mengandalkan rekaman CCTV saja. Vendor juga perlu melakukan patroli rutin di lokasi ATM berada. 

"Pihak keamanan juga harus dapat memberikan jaminan di pusat kegiatan ekonomi, termasuk di lokasi keberadaan ATM dengan melakukan patroli secara rutin. Jadi pengawasannya langsung dan tidak langsung (CCTV)," ujarnya.

Baca juga: Polisi Identifikasi Pelaku Pembobolan Mesin ATM

Untuk perbankan harus menjamin tidak terjadinya gangguan teknis pada penarikan dana di ATM. Sebab, maraknya pembobolan ATM, nama bank tersebut tercoreng.

"Bank harus menjamin tidak ada gangguan teknis, jumlah yang tersedia, dan menemukannya pada lokasi yang aman serta mudah terjangkau. Hendaknya berada di pusat keramaian, ada pengawasan keamanannya sehingga keamanan nasabah terlindungi," katanya.

Sebelumnya, empat mesin ATM dibobol pencuri selama kurun waktu dua pekan terakhir. Pelaku beraksi seorang diri dengan modus mengganjal lubang tempat uang keluar menggunakan kawat.

Berdasarkan data yang dihimpun Lampost.co, pembobolan  masing-masing terjadi di ATM Mandiri di SPBU Jalan Zainal Abidin Pagar Alam pada 29 Agustus 2022. Kejadian serupa kembali terjadi di lokasi yang sama pada 6 September 2022.

Selanjutnya di ATM Mandiri SPBU Jalan Pangeran Antasari, Tanjungkarang Timur, pada 8 September 2022. Di hari yang sama terjadi di ATM Mandiri depan gudang di Kelurahan Way Gubak, Sukabumi, Bandar Lampung. 
 

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait