#beritalampung#beritabandarlampung#korupsi

Pengamat: Tanamkan Mental Antikorupsi Sedari Pendidikan Usia Dini

Pengamat: Tanamkan Mental Antikorupsi Sedari Pendidikan Usia Dini
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Pengamat pendidikan Universitas Lampung (Unila) M. Thoha B Sampurna Jaya mengatakan untuk membentuk karakter antikorupsi tidak dari perguruan tinggi, melainkan sedari sekolah dasar atau pendidikan usia dini.

Menurutnya jika perilaku koruptif tidak ada relevansinya dengan pendidikan tinggi. Perilaku korupsi bisa terjadi atau dilakukan di semua jenjang tidak hanya perguruan tinggi negeri saja. "Tidak ada relevansinya antara pendidikan tinggi seseorang dengan perilaku koruptifnya," katanya, Senin, 17 Oktober 2022.

Selain itu juga ia menyebut jika korupsi itu menyangkut masalah mental dan karakter seseorang.

Baca juga: Pencabutan Kwh Meter Warga Way Kandis Bandar Lampung Sesuai Prosedur

"Korupsi itu masalah perilaku, sikap yang membentuk kebiasaan akhirnya menjadi kepribadian," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron yang menyebutkan sebanyak 86% koruptor yang ditangkap lembaga antirasuah itu berasal dari strata pendidikan perguruan tinggi atau sarjana.

Nurul meminta pentingnya menjaga integritas dan muruah dunia pendidikan, termasuk perguruan tinggi sebagai lembaga yang mencetak intelektual.

"Jika dunia pendidikan gagal mencetak lulusan yang berintegritas, potensi tindak pidana korupsi akan terus muncul," ujar Nurul.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait