#TILANG

Pengamat Sebut Penghapusan Tilang Manual hanya Bagian Kecil dari Reformasi Polri

Pengamat Sebut Penghapusan Tilang Manual hanya Bagian Kecil dari Reformasi Polri
Ilustrasi. Dok. Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menghentikan (stop) menggelar operasi penindakan tilang pengendara secara manual.

Perintah Kapolri tersebut tertuang dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022, yang ditandatangani Kepala Korlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

Pengamat kebjiakan publik Dedy Hermawan menilai penghapusan tilang manual hanya bagian terkecil dari reformasi Polri.

Menurutnya meski sudah berjalan tilang elektronik, hanya saja belum secara menyeluruh diberlakukan. "Persoalan-persoalan di tubuh Polri sangat banyak dan besar yang menyangkut persoalan penegakan hukum," katanya, Jumat, 21 Oktober 2022.

Ia pun menjelaskan penghapusan tilang manual guna cegah pungli yang baru diterapkan sekarang, menandakan reformasi Polri ini terbilang lambat.

"Masih ada (persoalan) yang tersembunyi dan belum tersentuh, misal kekayaan pejabat Polri, ada semacam hal yang nggak wajar di kepolisan Selain itu juga deking dan memback-up yang mana itu perlu direformasi permasalahan secara struktural dan menjadi perhatian besar dari Kapolri," kata dia.

Menurutnya selain penghapusan tilang manual persoalan lain pun harusnya sudah mulai dicicil oleh kepolisian supaya ada progresnya.

"Tetapi semua upaya-upaya perbaikan Polri patut diapresiasi dan harapan masyarakat ingin lebih strategis," ujarnya.

Dedy menjelaskan jika masih banyak PR di dalam tubuh kepolisian, ia berharap reformasi dibentuk sebagai perubahan integritas di kepolisan mulai dari pusat sampai bawah.

"Peristiwa yang terjadi belakangan ini sangat ironis, seperti dugaan terjadinya keterlibatan dengan bandar narkoba, kemudian kasus Sambo, dan tragedi kanjuruhan. Itu semua masih jadi sorotan karena masyarakat merasa belum ada yang berubah," kata dia.

Terakhir ia menambahkan Presiden Joko Widodo harus memberi perhatian khusus atas reformasi di tubuh Polri. "Dan dimulai dari atas. Mudah sekali ya reformasi di kepolisian ini karena sistemnya komando, perintah pimpinan itu dapat merubah wajah institusi dari atas sampai bawah," kata dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait