#beritalampung#beritalampungterkini#beras#imporberas#bulog

Pengamat Sebut Impor Beras untuk Cadangan Pemerintah

Pengamat Sebut Impor Beras untuk Cadangan Pemerintah
Foto ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wacana impor beras oleh Bulog saat ini terus menjadi polemik. Bulog menyebut produksi yang terbatas menyebabkan pihaknya sulit memenuhi stok cadangan beras pemerintah.

Pengamat ekonomi Unila, Marselina Djayasinga, mengatakan persoalan tersebut berawal dari data yang kurang akurat dan tidak up to date. Data Kementerian Pertanian menyebutkan kalau Indonesia surplus beras.

“Namun, fakta di lapangan banyak lahan produktif berkurang dan sudah beralih fungsi. Alih fungsi tersebut membuat produksi padi turun tetapi mereka tidak pernah menyatakan itu. Pusat memegang data daerah sehingga terjadi simpang siur dan banyak masyarakat mengatakan langka beras dan sebagainya,” ujarnya, Jumat, 2 Desember 2022.

Dia menyatakan Bulog ini sebagai buffer stock berfungs menahan gejolak harga atau menyediakan stok. Oleh karena itu, dengan adanya kelangkaan itu, Bulog mengambil kebijakan untuk melakukan impor.

Baca juga: Stok Beras Nataru Aman jika Capai 15 Ribu Ton 

“Jadi impor beras itu pun sebenarnya bukan untuk disebar ke pasar tetapi masuk ke gudang sebagai stok. Beras sewaktu-waktu dapat dikeluarkan jika terjadi gejolak harga atau untuk menstabilkan harga di pasaran,” katanya.

Marselina juga menyatakan Bulog juga harus jujur terkait impor tersebut, apakah sudah tidak ada stok beras di petani. "Seharusnya Bulog juga harus jujur apakah memang tidak ada stok itu di petani. Kan bagusnya mengambil stok dari petani daripada buka keran impor," ujarnya.

Dia menyatakan ke depannya harus ada pembenahan terkait data dan jujur berapa kebutuhan beras di masyarakat. Jika pasar kekurangan beras, Bulog segera mengeluarkan stoknya.

"Ke depan perlu adanya pembenahan data agar bisa lebih valid. Selain itu menghentikan alih fungsi lahan. Petani dikasih subsidi pupuk, subsidi bibit yang memang berkualitas sehingga walaupun lahannya kecil tapi produksinya banyak dan bagus," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait