#Pemilu#Pemilu2024#Pilkada#Pilkada2024

Pengamat Politik Unila Nilai Baliho Politik Bertebaran Sebagai Sosialisasi

Pengamat Politik Unila Nilai Baliho Politik Bertebaran Sebagai Sosialisasi
Banner Hantoni Hasan Calon Gubernur Lampung yang terpampang di sejumlah ruas jalan Bandar Lampung. (Lampost.co/Andre Prasetyo Nugroho)


Bandar Lampung (lampost.co) -- Baliho dan spanduk bergambar calon kepala daerah dan lambang partai politik (parpol) mulai bertebaran di ruas jalan Bandar Lampung.


Pengamat Politik Universitas Lampung (Unila) Budi Harjo menilai apa yang dilakukan oleh calon kepala daerah dan parpol sebagai bentuk sosialisasi, bukan kampanye. Dia tidak mempersoalkan hal tersebut. Sebab hal itu bagian untuk mengenalkan diri menuju pemilu 2024.

"Kalau malah tiba-tiba dia nongol, kemudian masyarakat tidak mengerti, akhirnya yang terjadi money politics. Hal itu justru menjadi enggak bagus," kata Budi melalui telepon, Sabtu, 11 Juni 2022.

Menurutnya, sosialisasi tersebut sebagai bentuk pengetahuan masyarakat mengenai profil calon kepala daerah mereka. 

"Semakin banyak waktu masyarakat mengenal calon pemimpinnya kan semakin bagus. Tetapi, belum tentu juga dia nyalon kan. Ini kan baru sosialisasi," ujarnya. 

Baca juga: Pasang Baliho Capres di Bandar Lampung, Sahroni: Cuma untuk Memotivasi Anak Muda

Budi melanjutkan menjadi hal wajar ketika para calon itu mengenalkan diri lewat baliho yang dipasang di jalan. Namun, hal tersebut jangan sampai mengganggu ketertiban dan estetika ruang publik. 

"Saya kira itu harus diperhatikan oleh mereka. Mereka yang akan memasang atau mengenalkan dirinya," jelasnya. 

Budi menambahkan memasang banner secara serampangan di pohon atau tiang listrik dapat menunjukkan karakter dari si calon tersebut. 

"Dari sosialisasinya saja dia sudah tidak memperhatikan aspek lingkungan, aspek keindahan kota. Artinya, dia egois," kata Budi.

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait