hukumpraperadilan

Pengamat Nilai Praperadilan yang Diajukan Syamsul Arifin Bisa Gugur

( kata)
Pengamat Nilai Praperadilan yang Diajukan Syamsul Arifin Bisa Gugur
dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Hukum Universitas Lampung Edi Rifai menilai praperadilan yang diajukan Syamsul Arifin melalui kuasa hukumnya dapat gugur jika perkara pokok telah disidangkan oleh pengadilan sebelum perapeeadilan itu diputuskan oleh majelis hakim.

" Kalau perkara pokoknya sudah disidangkan, sementara sidang praperadilannya belum putus dengan begitu praperadilan dinyatakan gugus, " kata Edi Rifa'i, Minggu 4 Oktober 2020.

Menurut Edi, didalam KUHP dinyatakan gugur suatu praperadilan jika perkara pokoknya sudah disidangkan, "inikan katanya hari Selasa sidangnya, otomatis Selasa depan sidang lagi, kalau hari Kamis nanti perkara pokonya sudah sidang maka gugur praperadilannya," kata dia.

" Sudah diserahkan ke Pengadilan oleh jaksa dan pengadilan menggelar sidang pertama, nah begitu hari sidangnya (pokok perkara), semntara sidang praperadilan belum putus maka dinyatakan gugur tidak dapat dilanjutkan," katanya.

Disinggung mengenai apakah masih bisa mengajukan praperadilan jika tersangka sempat buron bahkan tergolong lama, Edi mengatakan, persoalan bisa atau tidak adalah wewenang dari pengadilan, "Nanti diuji di pengadilan mengenai bisa atau tidak nanti hakim yang akan memutuskan, " kata dia.

Ditanya apakah penyitaan alat komunikasi berupa hp milik tersangka pada saat penangkapan yang dilakukan penyidik termasuk dalam pelanggaran dan dapat dilaporkan,  mengenai penyitaan barang bukti kata Edi adalah hak dari penyidik, apakah penyitaan itu sah atau tidak Syamsul bisa melakukan praperadilan juga.

" Dalam praperadilan yang baru ini penggeledahan dan penyitaan kan masuk dalam ranah Praperadilan juga," kaya dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait