#beritalampung#beritalampungterkini#polri#reformasipolri

Pengamat Kebijakan Publik Menilai Reformasi Polri Harus Keseluruhan

Pengamat Kebijakan Publik Menilai Reformasi Polri Harus Keseluruhan
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat kebijakan publik Universitas Lampung (Unila) Dr. Dedy Hermawan mengatakan atensi Presiden Joko Widodo untuk perbaikan Polri jangan hanya jadi fenomena sesaat saja. Jika itu terjadi, akar permasalahan di tubuh Polri tidak akan tuntas.

"Saya khawatir hanya fenomena sesaat, akar masalah tidak akan selesai, reformasi di tubuh Polri hanya struktural, tapi belum kultural," katanya, Selasa, 18 Oktober 2022.

Baca juga: Perusahaan di Bandar Lampung Raup Rp2 Miliar dari Timbun Solar Sejak 2021 

Menurut dia, pun pemanggilan pimpinan baik Mabes Polri, kapolda, sampai kapolres sebenarnya sangat terlambat dan disayangkan arahan baru ditekankan setelah ada peristiwa-peristiwa memprihatinkan di tubuh Polri. “Rentetan kasus menyeret sejumlah petinggi kepolisian memancing sorotan negatif dari publik. Setidaknya ada tiga kasus besar baru-baru ini yang terjadi di tubuh Polri;  kasus pembunuhan Brigadir Yosua oleh Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, tragedi Stadion Kanjuruhan hingga dugaan jual sabu barang bukti yang dilakukan mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa,” ujarnya.

Pertama kasus dugaan pembunuhan berencana yang dilakukan mantan Kadiv Propam Mabes Polri Ferdy Sambo kepada ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menjadi perhatian publik secara luas.

Personel Polri terlibat dalam Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 suporter Arema FC. Banyaknya korban meninggal dunia tak lepas dari dampak gas air mata yang ditembakkan polisi ke arah penonton.

Dan yang terhangat, Irjen Teddy Minahasa ditangkap terkait kasus peredaran narkoba dan ditetapkan tersangka. Ia diduga menjadi pengendali penjualan narkoba seberat lima kilogram.

"Sebenarnya problem-problem semacam ini sudah ada dalam tubuh Polri sejak lama," katanya.

Dia berharap setelah adanya pertemuan besar dengan Presiden Jokowi, Polri dapat konsistensi dalam pelaksanaan reformasi, baik secara struktural dan kultural.

"Optimalkan kompolnas, buka partisipasi publik, serta evaluasi langsung oleh Presiden," ujarnya.

Terakhir ia menambahkan reformasi Polri akan benar-benar terjadi jika Presiden Jokowi serius dalam mereformasi tubuh Polri. "Ya kalau jadi atensi presiden dia akan all out mengawal reformasi Polri," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait