#Itera#astronomi#gelombangpasanglaut#StrawberrySuperMoon

Pengamat Astronomi Nilai Strawberry Super Moon Tidak Berdampak pada Tinggi Gelombang Laut

Pengamat Astronomi Nilai Strawberry Super Moon Tidak Berdampak pada Tinggi Gelombang Laut
Pengamat Astronomi menilai Strawberry Super Moon tidak berdampak signifikan pada tinggi gelombang air laut. dok. Pixabay


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Pengamat Instrumentasi Astronomi dan Fisika Bintang Institut Teknologi Sumatera (Itera) Robiatul Muztaba, menilai fenomena Strawberry Super Moon yang akan bersinar di langit pada Selasa, 14 Juni 2022, tidak akan terlalu berdampak signifikan pada gelombang pasang laut.


Ia menjelaskan fenomena gerhana bukan sesuatu yang akan berdampak pada bencana, karena bulan berada di titik perigee atau titik terdekat dengan bumi.

Sehingga, dapat diartikan gaya tarik gravitasi bumi dan bulan akan lebih besar ketimbang si posisi bulan berada  berada pada apogee atau titik terjauh.

Pada titik ini, karena gravitasi sangat besar, gravitasinya lebih besar ketimbang pada bulan biasanya, maka akan terjadi peningkatan pasang surut air laut, tetapi tidak signifikan.

"Peningkatan itu enggak terlalu sih, enggak akan signifikan banget. Paling beberapa inci gitu enggak sampai yang besar gitu, kecuali kalau dibarengi cuaca ekstrem,atau banjir bandang. Namun, bulan perigee ini biasanya tidak menimbulkan bencana," katanya saat ditemui di ruangan Observatorium Astronomi Lampung (OAIL) Itera, Senin 13 juni 2022.

Menurutnya, Strawberry Super Moon ini bisa dikategorikan aman untuk gelombang pasang laut, dan diharapkan untuk para nelayan di Provinsi Lampung dapat tetap melaut.

"Masih bisa dikategorikan aman," ujarnya.

Terakhir ia mengatakan kalau fenomena Strawberry Super Moon ini adalah fenomena yang menarik untuk astronom dan masyarakat yang akan melihat besok malam.

"Karena kita bisa melihat bulan secara langsung, baik dengan mata atau dengan menggunakan teleskop," tutupnya.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait