#bantuanberas#bantuansembako#beritalambar

Pengadaan Beras Harus Sesuai Standar Kualitas Premium

( kata)
Pengadaan Beras Harus Sesuai Standar Kualitas Premium
Ilustrasi.Dok


Liwa (Lampost.co): Kepala Bappeda Lambar Ikmal mengatakan saat perencanaan pengadaan beras bantuan untuk program jejaring pengaman akibat dampak covid-19, pihaknya sudah menetapkan jika beras yang diadakan itu adalah beras yang berkualitas premium.

Ia mengatakan dalam perencanaan pengadaan beras bantuan, pihaknya sudah melakukan penghitungan berdasarkan kebutuhan sesuai satuan harga. Dimana untuk beras premium itu adalah kondisinya yang bagus yaitu sekelas dengan beras kemasan yang dijual di toko ritel itu. Karenanya kebutuhan anggaranya saat itu ditetapkan sebesar Rp14 ribu per kilo.

"Kalau beras yang harganya mencapai Rp14 ribu per kilo, itu pasti kondisinya sekelas dengan beras kemasan yang dijual di minimarket itu," kata Okmal, kepada Lampost.co, Kamis, 11 Juni 2020.

Namun, lanjut dia, jika kondisi berasnya diketahui seperti banyak yang patah, terlihat kotor, apek, dan lainya, itu jelas bukan beras yang kualitas premium. Jadi, jika ada yang menyebutkan bahwa pada proses kontrak pengadaan paket bantuan pangan berupa beras dan ikan kaleng dengan total nilai Rp8,2 miliar tersebut tidak disebutkan spesifikasinya, itu tidak mungkin karena disitu sudah tertera harga satuannya.

"Kalau harga beras itu sudah mencapai Rp14 ribu per kilo maka pasti kualitasnya sudah bagus dan bersih," kata dia.

Dia meminta agar Dinas Sosial sebagai penanggungjawab program ini untuk memperhatikan permasalahan tersebut. "Mumpung prosesnya belum selesai. Jika hasilnya tidak sesuai maka kontraknya jangan dibayar. Jangan sampai program ini dapat merugikan masyarakat apalagi program ini tujuanya adalah untuk masyarakat terdampak bencana covid-19," lanjut dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...


Berita Terkait



Komentar