#pembunuhan

Pengacara Masih Diskusikan Vonis 12 Tahun Polisi Tembak Polisi

Pengacara Masih Diskusikan Vonis 12 Tahun Polisi Tembak Polisi
Kuasa hukum terdakwa, mantan pejabat sementara Kanit Provost Polsek Way Pengubuan, Rudi Suryanto, Ahmad Handoko. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Mantan pejabat sementara Kanit Provost Polsek Way Pengubuan, Rudi Suryanto, divonis dengan hukuman 12 tahun penjara. Atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gunung Sugih, Lampung Tengah, itu pengacara terdakwa masih melakukan diskusi untuk menanggapinya. 

Kuasa hukum terdakwa, Ahmad Handoko, menjelaskan vonis hakim itu tepat dan sesuai fakta. Sebab, kliennya hanya dinyatakan terbukti melanggar Pasal 388 KUHP, bukan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. 

"Pasal 338 KUHP itu sesuai dengan fakta yang terungkap dalam persidangan sesuai argumentasi kami dalam pledoi," kata Handoko di Bandar Lampung, Jumat, 6 Januari 2023. 

Menurutnya, unsur direncanakan yang dituntut jaksa pada dakwaan primer tidak terbukti. Sebab, berdasarkan fakta persidangan terbukti penembakan terdakwa ke korban dilakukan dalam kondisi emosi tinggi dan gejolak batin yang tidak tenang. Sebab, terdakwa dan istrinya sering diejek korban.

Pada keterangan sejumlah saksi yang dihadirkan, unsur pembunuhan yang dikategorikan dalam Pasal 340 KUHP tidak terlihat. 

"Unsur direncanakan itu harus dibuktikan dalam memutuskan melakukan kehendak membunuh dengan tenang. Ini sebagaimana pendapat para ahli dan yurisprudensi," kata dia. 

Kendati demikian, dia masih mendiskusikan hukuman 12 tahun penjara terhadap kliennya. 

"Kami masih pikir-pikir dan mendiskusikan dengan terdakwa, apakah akan menerima atau menempuh upaya hukum lain (banding)," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait