maradonaargentina

Pengacara Maradona Tuntut Investigasi Kematian Kliennya

Pengacara Maradona Tuntut Investigasi Kematian Kliennya
Diego Maradona (AFP/Alejandro Pagni)


Buenos Aires (Lampost.co) -- Pengacara Diego Maradona, Matias Morla, menuntut investigasi terhadap kematian kliennya. Matias menilai, ada kelalaian dari pihak rumah sakit tempat Maradona dirawat yang menyebabkan Maradona wafat. 
 
Morla mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit tidak memiliki petugas medis yang siap siaga dalam 12 jam terakhir menjelang kematian Maradona. Ia juga kecewa karena ambulans yang membawa kliennya butuh waktu 30 menit untuk sampai.
 
"Hari ini adalah hari kesedihan yang dalam, kesedihan dan refleksi," kata Morla dalam keterangan resminya seperti dilansir ari Calciomercato. 


"Dalam hati saya merasakan kehilangan seorang teman yang telah saya hormati dengan kesetiaan sampai hari terakhir. Saya menyapanya secara langsung, pemakaman harus menjadi momen yang akrab dan akrab," bebernya.
 
"Menurut apa yang dikatakan Jaksa San Isidro, tidak dapat dijelaskan bahwa selama 12 jam, Diego tidak mendapat perhatian atau kontrol dari petugas medis," jelas Morla.
 
"Ambulans membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk tiba, itu kejahatan bodoh. Fakta ini tidak boleh luput dari perhatian dan saya meminta anda menyelidiki sampai akhir," tegasnya.
 
"Seperti yang dikatakan Diego kepada saya: ‘Kamu adalah prajurit saya, yang bekerja tanpa belas kasihan," pungkasnya.
 
Maradona menghembuskan nafas terakhirnya pada 25 November akibat serangan jantung. Ia meninggal di usia 60 tahun, hanya 13 hari setelah ia menjalani operasi otak.

 

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait