#rektorunila#suap#korupsi#ott#kpk

Pengacara Karomani: Uang Rp7,5 Miliar bukan Hasil Suap PMB Jalur Mandiri Unila

Pengacara Karomani: Uang Rp7,5 Miliar bukan Hasil Suap PMB Jalur Mandiri Unila
Tiga tersangka suap Unila dalam konferensi pers KPK. Medcom.id/CAN


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tim pengacara Karomani mengeklaim uang senilai miliararan rupiah yang diamankan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari sejumlah rumah yang digeledah bukan merupakan hasil suap penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur mandiri Universitas Lampung (Unila).

Pengacara Karomani, Resmen Kadapi menjelaskan, uang tersebut merupakan hasil donasi pembangunan masjid dan Gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC) dari sebagian orang tua/wali mahasiswa. 

"Uang senilai Rp7,5 miliar itu sifatnya bantuan atau sukarela untuk pembangunan masjid dan Gedung LNC di Rajabasa yang diresmikan oleh KH Said Aqil Siroj beberapa waktu lalu," terangnya, Jumat, 2 September 2022.

Baca: Segini Gaji Karomani saat Menjabat Rektor Unila

 

Kadapi meyakinkan, tidak ada unsur paksaan dalam penyerahan bantuan tersebut.

"Ada yang menitip untuk menyumbang, ada juga yang tidak. Karena itu tidak ada paksaan dan tidak ada standar. Sementara uang asing yang ditemukan di rumah Karomani merupakan uang hasil perjalanan dinas keluar," kata dia.

"Menurut klien kami, kenapa dia menyimpan uang tersebut dengan rapi, karena dia tidak mau menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi. Sebab, itu adalah amanah yang harus disampaikan dengan tempat-tempat penerimaan sumbangan," sambungnya.

Baca: Alasan Status ASN Tersangka Suap Unila tidak Langsung Dipecat

 

Sementara itu, Kadapi mengaku belum mendapat tanggapan Karomani atas pemberhentian sementara sebagai aparatur sipil negara (ASN). 

"Dalam hukum positif, baru benar-benar diberhentikan sebagai pejabat negara atau ASN itu setelah ada putusan hukum tetap. Kalau masalah itu, tidak ada tanggapan karena itu memang aturan dalam negara," ucapnya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait