#MafiaTanah#SengketaTanah

Pengacara Bantah Fredy Bayar Orang Jadi Figur Palsu

Pengacara Bantah Fredy Bayar Orang Jadi Figur Palsu
Tonin Tachta Singarimbun (kedua kiri). Antara/Nalendra


Jakarta (Lampost.co) -- Pengacara Fredy Kusnadi, Tonin Tachta Singarimbun, membantah kliennya membayar orang untuk menjadi figur Yurmisnawita (sebelumnya disebut Yurmisnarwati). Figur palsu itu dilakoni tersangka Aryani Nustaria.
 
"Fredy tidak kenal dengan Aryani, jadi bagaimana kasih Rp10 juta setelah akta jual beli (AJB) di Januari 2020," kata Tonin kepada Medcom.id, Jumat, 19 Februari 2021.
 
Tonin mengungkapkan Fredy mengenal Aryani pada Maret 2020. Perkenalan itu terjadi saat Fredy menarik sertifikat di koperasi.

"Yang mana uang penutupan disiapkan oleh Fredy dari meminjam beberapa orang," ujar Tonin.
 
Tonin menyebut pelaku yang mengagunkan sertifikat ke koperasi adalah Aryani. Namun, Fredy baru mengetahui Aryani menyamar sebagai Yurmisnawita pada Maret 2020.
 
"Tiga bulan setelah AJB," ungkap Tonin.

Tonin menegaskan Aryani bukan teman Fredy. Aryani merupakan teman Lilisnawati. Dia adalah orang yang menghubungi Yurmisnawita untuk membeli tanah dan bangunan dengan membawa calon pembeli, yakni Fredy.
 
"Jadi yang mengenalkan Fredy dengan Mustofa (kuasa hukum Zurni Hasyim Djalal, Ibu Dino Patti Djalal), Yurmisnawita dan Zurni adalah Lilisnawati. Bagaimana Fredy kasih dia (Aryani) Rp10 juta," jelas Tonin.Fredy ditangkap polisi di Kemayoran, Jakarta Pusat, sekitar pukul 03.30 WIB, Jumat, 19 Februari 2021. Penangkapan dilakukan setelah menetapkan Fredy sebagai tersangka.
 
Polisi mengantongi dua alat bukti yang cukup atas penetapan tersangka itu. Pertama, pengakuan tersangka Aryani menjadi figur Yurmisnawita atas suruhan Fredy dan mendapat imbalan Rp10 juta. Kedua, terdapat kartu tanda penduduk (KTP) palsu dan bukti komunikasi Fredy dan Aryani.

Sertifikat tanah dan bangunan di Cilandak itu sejatinya milik Zurni, tetapi diatasnamakan Yurmisnawita. Langkah itu dilakukan untuk mempermudah proses jual beli karena Zurni kerap bepergian ke luar negeri.
 
Pada 2020, seorang berinisial L (Lilisnawati) menghubungi Yurmisnawita untuk membeli tanah dan bangunannya dengan membawa Fredy Kusnadi sebagai calon pembeli. Lilisnawati mendesak Yurmisnawita untuk menerima tawaran pembelian tanah itu.

Yurmisnawita tak mengindahkannya lantaran tidak mau menjual rumah tanpa persetujuan Zurni Hasyim. Namun, tiba-tiba kuasa hukum Fredy Kusnadi datang ke rumah Yurmisnawita untuk memproses balik nama sertifikat hak milik di Cilandak. Dia sejatinya tak pernah menjual tanah dan bangunan itu.
 
Pada Januari 2021, penyidik menyarankan Dino Patti Djalal mengecek sertifikat rumah dan bangunan itu ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sertifikat tanah dan bangunan tersebut ternyata sudah beralih nama menjadi milik Fredy Kusnadi.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait