Pilkadalamteng

Penetapan Pemenang Pilkada Lamteng Diminta Ditunda

Penetapan Pemenang Pilkada Lamteng Diminta Ditunda
Lampost.co/Wahyu


LAMPUNG TENGAH (Lampost.co) -- Partai koalisi pengusung pasangan calon Bupati Lampung Tengah nomor urut 3, Nessy Kalviya-Imam Suhadi, mendesak KPU Lampung Tengah agar tidak menggelar rapat pleno penetapan sampai ada keputusan final atas pengaduan dugaan kecurangan yang disampaikan ke Bawaslu. 

Desakan ini disampaikan secara lisan dan tertulis pada aksi di depan Gedung KPU Lamteng, Selasa 15 Desember 2020.

Juru bicara Partai koalisi pengusung paslon nomor tiga, Miswan Rodi, yang juga Ketua Partai Nasdem Lamteng, mengatakan pihaknya menemukan dugaan kecurangan masif, sistematis dan terstruktur pada pelaksanaan pilkada Lamteng. 

Untuk itu, atas nama tim paslon nomor tiga, telah disampaikan pengaduan ke Bawaslu Lamteng dan Bawaslu Lampung. "Sepanjang belum ada keputusan yang incracht dari Bawaslu, kami minta KPU Lamteng tidak menggelar pleno penetapan pemenang," kata Miswan. 

Menurut Miswan, pihaknya menemukan dugaan kecurangan di 18 kecamatan se-Lamteng yang dilakukan salah satu paslon. Untuk itu partai koalisi pengusung paslon nomor tiga mendesak agar paslon yang diduga berbuat curang untuk didiskualifikasi dan dicoret dari pencalonan. "Ketua KPU tadi sudah menyampaikan kepada kami. Pleno penetapan belum digelar, " kata Miswan. 

Sementara Ketua KPU Lamteng, Irawan Indrajaya, menyatakan pleno rekapitulasi penghitungan suara telah digelar. Namun, pleno penetapan belum digelar. Pihaknya sudah bertemu dan menerima aspirasi dari koalisi pengusung paslon nomor tiga. 

"Saya sampaikan rekapitulasi sudah dilakukan. Tetapi pleno penetapan belum digelar. Saya terima aspirasi rekan-rekan dan harap bersabar untuk proses selanjutnya, " kata Irawan. 

Ketua KPU juga menegaskan agar para peserta pilkada menyampaikan laporan dan mengajukan proses hukum bila menemukan adanya penyelenggara yang melakukan kecurangan. 

Kapolres Lamteng, Popon Ardianto Sunggoro mengatakan pengamanan aksi menerjunkan 350 personil gabungan Polres, Brimob dan TNI. Pengamanan rutin harian juga dilakukan di kantor KPU dan Bawaslu. Sementara pengamanan untuk para komisioner hingga hari ini belum ada permintaan. 

Sebelumnya, rekapitulasi suara sudah dilakukan sejak Senin malam, 14 Desember 2020. Paslon nomor urut 1 Loekman Djoyosoemarto-Ilyas Hayani Muda memperoleh 128.940 suara, nomor dua Musa Ahmad-Ardito Wijaya memperoleh 323.064 suara, dan nomor urut tiga Nessy Kalviya-Imam Suhadi memperoleh 189.276 suara. Suara masuk mencapai 654.189 suara dengan suara sah 641.280 suara dan tidak sah 12.909 suara. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait