#penerimaanpajak#beritalampung#ekbis

Penerimaan Pajak di 2019 Ditarget Tembus Rp11 Triliun

Penerimaan Pajak di 2019 Ditarget Tembus Rp11 Triliun
Seminar Kebangsaan dengan tema “Maju Bersama Menghadapi Tantangan” di Aula Semergow Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung Jalan Cut Meutia Bandar Lampung, Selasa 29 Oktober 2019. Lampost/Triyadi Isworo


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kepala Kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah DJP Bengkulu dan Lampung, Eddi Wahyudi mengatakan target peneriman Kanwil DJP Bengkulu dan Lampung tahun 2019 sebesar Rp11,023 triliun tumbuh 5,2% dari target penerimaan tahun 2018 yakni Rp10.443 triliun. Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak tahun 2018 sebesar Rp9,14 triliun, target penerimaan pajak tahun 2019 tersebut tumbuh 21%.

"Untuk Provinsi Lampung target penerimaan pajak tahun 2019 adalah sebesar Rp8,770 triliun tumbuh 7,01% dari target tahun 2018 sebesar Rp8,195 triliun," katanya dalam Seminar Kebangsaan dengan tema “Maju Bersama Menghadapi Tantangan” di Aula Semergow Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Lampung Jalan Cut Meutia Bandar Lampung, Selasa,29 Oktober 2019.

Adapun kontribusi penerimaan pajak sampai dengan 30 September 2019 di Provinsi Lampung yakni pajak penghasilan (PPh) Non Migas sebesar Rp. 2,501 triliun (48,99%), pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sebesar Rp. 2,462 triliun (48,22%), pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp. 72,36 miliar (1,42%) dan pajak lainnya sebesar Rp. 71,344 miliar (1,40%).

Kemudian lima sektor unggulan penentu penerimaan di Provinsi Lampung yakni sektor pedagangan besar, eceran, dan reparasi terealisasi sebesar Rp2,978 triliun (25,57%). Sektor industri pengelolahan terealisasi sebesar Rp2,521 triliun (21,64%). Sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial wajib teralisasi sebesar Rp1,312 triliun (11,27%). Sektor konstruksi terealisasi sebesar Rp93 miliar (11,02%). Sektor jasa keuangan dan asuransi terealisasi sebesar Rp64 miliar (9,87%), dsn lain-lain terealisasi sebesar Rp2,405 triliun (20,64%).

"Adapun inisiatif strategis yang akan dilaksanakan oleh pemerintah di tahun 2020 antara lain pemberian insentif dalam bidang perpajakan sebagai instrument untuk mendukung iklim investasi dan daya saing dengan disertai perbaikan administrasi perpajakan serta penerapan strategis pencapaian target penerimaan pajak," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait