#vaksin#vaksinasi#lampung

Penerima Booster Boleh Gunakan Vaksin Berbeda

Penerima Booster Boleh Gunakan Vaksin Berbeda
Tangkapan layar vaksin covid-19 booster yang disetujui Badan POM diunduh pada Senin, 17 Januari 2022. (Foto: Lampost.co Deta Citrawan)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejak 12 Januari 2022, pemerintah pusat secara resmi mencanangkan vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk masyarakat umum mulai dilakukan. Namun, hanya daerah yang memenuhi kriteria syarat vaksinasi dosis pertama sebesar 70% dan dosis kedua 60% yang dapat melaksanakan hal tersebut. 

Mengenai pemberian jenis vaksin kepada masyarakat, IDI Lampung menyatakan bahwa dalam pemberian tersebut bisa mengikuti jenis vaksin sebelumnya atau jenis vaksin yang berbeda. 

"Sesuai dengan jenis vaksin yang disetujui oleh Badan POM. Ada lima jenis vaksin yaitu Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax. Masyarakat yang telah menerima vaksin dosis pertama dan kedua dalam satu jenis punya kesempatan diberikan jenis yang sama untuk booster. Demikian sebaliknya," ujar Wakil Ketua IDI Lampung, Boy Zaghlul Zaini, melalui telepon, Senin, 17 Januari 2022. 

Namun, melihat dari jenis vaksin yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah, Boy menyatakan tidak menjadi jaminan warga yang telah menerima dosis vaksin primer jenis Sinovac akan diberikan Sinovac saat booster

"Situasional namun untuk jenis Sinovac dapat diberikan jenis vaksin lain untuk booster seperti, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax. Karena pendistribusian vaksin dari pusat tidak seluruh jenis vaksin sesuai kebutuhan daerah," kata dia. 

Boy juga menjelaskan, penerima vaksin primer jenis Pfizer dapat menerima booster jenis vaksin Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna. Kemudian vaksin primer jenis AstraZeneca untuk booster dapat menerima jenis AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna. 

Lalu untuk jenis vaksin Moderna pada vaksin primer hanya dapat menerima jenis Moderna. Begitu juga untuk vaksin primer jenis Janssen untuk booster hanya jenis Moderna dan vaksin primer jenis Sinopharm hanya dapat menerima jenis vaksin Zifivax untuk booster-nya.  

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait