#umkm#ekonomilampung

Penerbitan Izin UMKM di Tubaba Tanpa Mahar

Penerbitan Izin UMKM di Tubaba Tanpa Mahar
Sosialisasi perizinan UMKM bersama dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Kemendag, dan Asosiasi UMKM Tubaba, Selasa, 30 Maret 2021.


Panaragan (Lampost.co) -- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-P2SP) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) memberikan program tanpa mahar kepada pengurusan perizinan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

"Saya tegaskan, tidak ada mahar sepeser pun bagi UMKM yang mengurus izin. Jika ada oknum yang meminta mahar laporkan, akan saya tindak," ujar Kadis DPM-P2SP Tubaba, Lukmansyah, kepada puluhan pelaku UMKM saat sosialisasi perizinan UMKM bersama dengan Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Kemendag, dan Asosiasi UMKM Tubaba, Selasa, 30 Maret 2021.

Lukman menjelaskan pihaknya akan mempermudah pemberian izin UMKM. Sebab, pemkab memberlakukan pelayanan perizinan berusaha daring melalui sistem online single submission (OSS) dan aplikasi cerdas layanan perizinan terpadu untuk publik (Si Cantik).

"Sekarang bagi masyarakat yang membutuhkan perizinan tidak perlu datang ke kantor DPM-P2SP. Tinggal masuk ke program OSS sudah dapat izin. Pelayanan yang bisa kami layani sebanyak138 perizinan dan non perizinan," kata dia.

Bahkan bagi masyarakat yang belum paham, pihaknya juga menyiapkan petugas pendamping bagi pelaku usaha untuk mengakses program tersebut. "Pokoknya kalau mau mengurus perizinan jangan melalui pihak ketiga. Saya ingatkan juga izin dapat dikeluarkan setelah ada rekomendasi dari dinas terkait sesuai dengan izin usaha yang diajukan," tegasnya.

Dia mengimbau, bagi pelaku UMKM yang belum memiliki izin segera mengajukan. Sebab, perizinan salah satu legalitas dalam berusaha.

"Ke depan juga kalau ada bantuan atau pendampingan pemerintah utamakan pelaku usaha yang memiliki izin. Ini yang harus diperhatikan. Kami mencatat dari ribuan pelaku UMKM di Tubaba, baru sekitar 20 persen yang mengantongi izin," ungkapnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait