#BANDARA#PESISIRBARAT

Penerbangan Perdana Susi Air di Bandara M Taufiq Kiemas Krui Mendarat Mulus

Penerbangan Perdana Susi Air di Bandara M Taufiq Kiemas Krui Mendarat Mulus
Pelayanan penerbangan perdana rute Bandara Radin Inten Bandar Lampung-M Taufiq Kiemas, Krui oleh pesawat perintis Susi Air kembali dimulai operasinya, Rabu, 12 Januari 2022. (Foto: Lampost.co/Yon Fisoma)


Krui(Lampost.co) -- Pesawat perintis Susi Air mendarat mulus dari Bandara Radin Inten Bandar Lampung ke Bandara M Taufik Kiemas ,Krui, Rabu, 12 Januari 2022, pukul 09.39 WIB. 

Empat penumpangnya turun dengan semringah saat pesawat itu landing di Bandara M Taufiq Kiemas Pekon Serai, Kecamatan Pesisirtengah. Terlihat Kepala Dinas Perhubungan Pesisir Barat Nurman Hakim, Inspektur Pesisir Barat Henri Dunan (Eks Kepala Dinas Perhubungan Pesisir Barat-red) dan beberapa pegawai lainnya menyambut kedatangan penumpang. Hal itu menandai dimulainya penerbangan Rute bandara Radin Intan Bandar Lampung-M Taufiq Kiemas, Krui. 

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandara M Taufiq Kiemas, M Subandi, mengatakan dengan adanya penerbangan perdana yang dilayani oleh maskapai Susi Air, diharapkan Bandara M Taufiq Kiemas makin ramai. 

"Dengan penerbangan ini diharapkan ada kehadiran maskapai lain atau penambahan jadwal penerbangan bukan hanya dua hari dalam sepekan. Penumpangnya waiting list terus (banyak). Penerbangan dari bandara ini tidak pakai PCR antigen, vaksin juga belum. Pengecualian karena kami bandara perintis pesawat perintis. Moda transportasi udara ini efisien dari waktu dan cost harga tiket," ujar Subandi. 

Menurutnya, penerbangan Susi Air ini subsidi dari pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Udara. Dengan demikian, ada atau tidak ada penumpang, pesawat itu tetap terbang.

"Mungkin kalau ada hambatan teknis baru tidak terbang. Kontrak sampai akhir tahun berjalan terhitung sampai Desember akhir tahun ini," kata Subandi. 

Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemkab Pesisir Barat bagaimana membuat regulasi agar para bule atau wisatawan asing dapat maksimal menggunakan sepenuhnya moda transportasi udara dari bandara M Taufiq Kiemas. Sebab sejauh ini warga yang menggunakan transportasi udara tersebut sebagian besar berasal dari kalangan pejabat daerah dan pengusaha kelas menengah ke atas. 

Sekitar pukul 10.30 WIB, pesawat perintis tersebut kembali terbang ke bandara Radin Inten Bandar Lampung dengan membawa penumpang 12 orang atau full.

Baca juga: Susi Air Diharapkan Perpanjang Kontrak Penerbangan di Bandar Pekon Seray

Kepala Dinas Perhubungan Pesisir Barat, Nurman Hakim, merasa senang dan bahagia dengan adanya penerbangan perdana tersebut. Harapannya, intensitas penerbangan dapat ditingkatkan.

"Tentunya ke depan, bagaimana maskapai seperti wing air dengan jumlah penumpang lebih banyak dapat kembali melayani rute ini. Ini tentu tergantung juga dengan keberhasilan dari penerbangan penerbangan yang dilakukan saat ini," ujar Nurman. 

Menurutnya, harga tiket juga cukup terjangkau, kompetitif dengan ongkos jika menggunakan moda transportasi darat atau pakai mobil travel dari Krui menuju Bandar Lampung. 

"Jarak tempuh pakai pesawat hanya 30 menit. Kalau pakai mobil butuh enam jam. Ongkos juga kalau pakai pesawat hanya Rp178 ribu. Kalau pakai travel Rp120 ribu. Ini kan kalau pesawat lebih efektif ongkos juga gak terlalu jauh beda dengan ongkos kalau pakai mobil. Semoga makin banyak masyarakat yang menggunakan moda transportasi udara ini," kata Nurman.

Penumpang pesawat yang akan ke Bandar Lampung dari bandara M Taufiq Kiemas Krui, Juwillir Syam, mengatakan ia sering menggunakan moda transportasi udara itu. Ia bersyukur dan nyaman dengan adanya rute penerbangan yang kembali dibuka tersebut.

"Oh ya bukan pertama kali, saya sering naik dari sini," ujar Juwillir. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait