#pelabuhan#protokolkesehatan#viruscorona

Penerapan Protokol Kesehatan di Pintu Keluar Masuk Pelabuhan 'Harga Mati'

Penerapan Protokol Kesehatan di Pintu Keluar Masuk Pelabuhan 'Harga Mati'
Penyemprotan disinfektan di kursi penumpang kapal. Foto: Dok


Kalianda (Lampost.co): PT ASDP cabang Bakauheni sampai masih konsisten menerapkan protokol kesehatan secara ketat di area pelabuhan maupun kapal. ASDP menerapkan protokol kesehatan pada layanan kepalabuhanan sebagai harga mati.

General Manager PT ASDP cabang Bakauheni, Ciptain Solikin, mengatakan ada tiga hal utama yang menjadi perhatian bersama dan harus dipatuhi dalam protokol kesehatan. Yakni wajib menggunakan masker saat berada di pelabuhan dan kapal, rajin cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan pastikan untuk menerapkan physical distancing atau menjaga jarak fisik minimal 1,5 m - 2 meter.

"Dalam memerangi Covid-19, kita semua baik operator, regulator, dan pengguna jasa harus disiplin dan patuhi protokol kesehatan. Kami tak bosan bosan selalu mengimbau kepada pengguna jasa, baik melalui mikrofon maupun pengeras suara agar pengguna jasa mematuhi protokol kesehatan untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain," kata Captain Solikin didampingi Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifullah Maskulin Harahap, kepada Lampost.co, Selasa, 8 September 2020.

Dia mengataka sejak awal pandemi Covid-19 hingga masa adaptasi kebiasaan baru, ungkapnya, ASDP konsisten menerapkan protokol kesehatan dan keamanan preventif bagi pengguna jasa dan karyawan (people first) mulai dari melakukan penyemprotan disinfektan ruang publik dan kapal, pemeriksaan suhu tubuh di kapal, pengaturan jaga jarak saat kendaraan dan penumpang akan masuk keluar maupun berada di kapal, wajib menggunakan masker bagi pengendara maupun petugas saat berada di pelabuhan maupun di kapal, penyediaan wastafel dan cairan pembersih tangan.

"Kami sangat konsen dalam hal keselamatan dan keamanan penumpang. Bahkan, petugas pramugari di kapal ekspres Merak-Bakauheni memakai face shield saat bertugas dan aktif mengingatkan pengguna jasa dalam penerapan protokol kesehatan," katanya.

Hal senada diungkapkan Nurhadi Unggul Wibowo, selaku Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah VIII Banten. Menurut dia, protokol kesehatan pada aktivitas kapal dan pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni harga mati.

"Saya selalu tekankan kepada pengelola pelabuhan (ASDP) dan operator penyeberangan (Gapasdap) agar menjalankan protokol kesehatan secara ketat di pelabuhan maupun di atas kapal untuk memutus penyebaran Covid-19," kata Nurhadi.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan masih akan menindaklanjuti adaptasi kebiasaan baru dengan pembentukan tim penegakan disiplin protokol kesehatan.

"Saat ini Peraturan Bupati (Perbup) tentang adaptasi baru masih dalam proses. Jika, Perbupnya sudah terbit akan langsung kita laksanakan penegakkan disiplin protokol kesehatan," ujar Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Lampung Selatan Jimmy Banggas Hutapea.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait