Covid-19

Penerapan Denda Bagi Pelanggar Prokes Rentan Resistensi

Penerapan Denda Bagi Pelanggar Prokes Rentan Resistensi
(Dok. Lampost.co)


Bandar Lampung (lampost.co) -- Melalui Perda Nomor 6 Tahun 2020 tentang kebiasaan baru, Pemprov Lampung menerapkan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes). Denda yang diterapkan hingga maksimal satu juta rupiah.

Melihat kebijakan tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Dedy Hermawan mengatakan butuh sosialisasi Perda yang luas. Karena jika diterapkan tanpa masyarakat tahu akan menimbulkan resistensi.

"Jika masyarakat belum tahu kemudian dikenakan sanksi ini, maka akan timbul kegaduhan," ujarnya, Jumat, 25 Desember 2020.

Untuk melakukan itu butuh sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Karena, lanjutnya, pemerintah daerah memiliki perangkat langsung ke masyarakat.

Jika tersosialisasi secara maksimal maka masyarakat akan paham aturan. Sehingga resiko resistensi di masyarakat dapat dikurangi. "Meski ada klausul jika perda disahkan otomatis berlaku, namun lebih dibuat bentuk ringkas untuk disosialisasikan ke masyarakat," ujar akademisi FISIP Unila itu.

Menurutnya, sanksi denda akan efektif untuk menekan disiplin di masyarakat karena kebijakan itu memberikan efek jera langsung ketimbang hanya sanksi sosial. "Masyarakat pasti tidak mau terkena denda, apalagi dalam kondisi ekonomi seperti saat ini," tuturnya. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait