#keuangan#pandemi

Penduduk Indonesia yang Punya Dana Darurat Hanya 9%

Penduduk Indonesia yang Punya Dana Darurat Hanya 9%
Dana darurat. Ilustrasi/AFP/Bay Ismoyo.


Jakarta (Lampost.co) -- Pakar perencana keuangan Annisa Steviani mengungkapkan masyarakat Indonesia kurang literasi keuangan. Hal itu membuat orang Indonesia yang punya dana darurat untuk hidup selama enam bulan setelah mereka berhenti atau tidak bekerja hanya sembilan persen.

Annisa menyatakan fenomena ini dipengaruhi banyak orang belum paham merencanakan keuangan, kesulitan menabung dan belum bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan.

"Perencanaan keuangan dibutuhkan bukan hanya agar bisa tenang setelah pensiun nanti, tapi tenang selama hidup sekarang ini," kata Annisa, saat menjadi pembicara dalam sesi media, Rabu, 6 Juli 2022.

Menurut dia, kesulitan orang menyisihkan penghasilannya untuk dana darurat antara lain karena banyak orang sulit menabung dan tidak punya pengendalian diri yang baik terhadap pengeluaran. 

Faktor lainnya adalah karena tidak takut berutang, tidak punya catatan keuangan, investasi tanpa tujuan dan cenderung ikut-ikutan, serta faktor budaya dan tidak mau menerima masukan baru.

"Tidak takut berutang karena sekarang mudah sekali untuk mendapat akses ke sana, bahkan makan saja diberikan diskon dan opsi pembayaran nanti-nanti," jelas Annisa. 

Selain itu, ujar dia, kondisi belum memahami pentingnya perencanaan keuangan juga turut andil dalam sulit disiplinnya dalam mengelola keuangan masih banyak orang menganggap mencari kebahagiaan dengan berbelanja.

"Kalau gajian checkout semua e-commerce. Begitu pesanannya datang buka bungkusnya, pandangi paling bahagianya cuma lima menit setelah itu jadi penyesalan," papar Annisa.

Untuk itu, ia menegaskan agar seseorang harus bisa mengatur antara menabung dan berbelanja mewah, mengatur pengeluaran yang masuk akal, memisahkan rekening tabungan sesuai pos pengeluaran, sanggup memilih antara kewajiban, keinginan dan kebutuhan serta hidup sesuai dengan kemampuan.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait