#penderitatumor#dermawan

Penderita Tumor di Palas Menanti Uluran Tangan Dermawan

( kata)
Penderita Tumor di Palas Menanti Uluran Tangan Dermawan
Sarman Heriyadi (38), warga Dusun Susukan, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, saat terbaring lesu menahan sakit tumor yang dideritanya, Senin, 6 Juli 2020. Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co) -- Pria itu merintih kesakitan di atas tempat tidurnya di Dusun Susukan, Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, Senin, 6 Juli 2020. Sudah lima hari ini dia hanya bisa terbaring dan menahan rasa sakit di bagian perutnya.

Sesekali pria itu mengusap luka di bagian perut yang kini berlubang dengan sehelai tisu kering. Ketika ia minum air mineral, air itu pun kembali keluar dari lubang di perutnya tersebut.

Nama pria itu Sarman Heriyadi (38). Dia didiagnosis dokter mengidap tumor di perut. Namun, hingga kini belum diketahu tumor yang dideritanya ganas atau bukan.

Ruwaisah (35), sang istri, mengatakan suaminya itu mulai mengeluh sakit di bagian perutnya sejak sekitar 5 bulan lalu ketika mereka tinggal di Tanggamus. Namun, sejak sebulan terakhir perutnya membesar hingga akhirnya tumbuh benjolan dengan gumpalan darah bercampur nanah.

"Sekitar lima hari lalu gumpalan nanah itu pecah hingga menimbulkan luka dan berlubang. Akibatnya, apa pun makan yang dimakan, keluar kembali melalui lubang itu," kata ibu empat anak itu.

Ruwaisah mengaku kini mengalami keterbatasan biaya untuk berobat. Bahkan, ia pun mengaku baru saja melahirkan putri keempatnya. "Kami enggak punya apa-apa, Mas. Rumah kami di sini sudah dijual. Kami hanya menumpang di rumah kakak ipar. Sebelumnya, kami tinggal di kebon di daerah Tanggamus," katanya.

Ruwaisah mengatakan sang suami sempat dibawa berobat ke Rumah Sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung. Namun, karena keterbatasan biaya, Sarman pun dibawa pulang.

"Di RSUD Abdul Moelok hanya periksa laboratorium mau cek sakit apa suami saya. Tanggal 9 Juli nanti hasilnya keluar," kata dia.

Dia berharap ada dermawan yang bisa membantu kesembuhan suaminya tersebut. Sebab, kini mereka tidak memiliki biaya apa pun untuk berobat.

"Tadi, sudah difasilitasi pihak Desa Sukaraja, ibu camat, dan puskesmas untuk mengurus BPJS. Ya, mudah-mudahan ada jalannya, Mas," kata dia. 

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar