#bantuan#nasofaring

Penderita Nasofaring Ini Butuh Uluran Tangan

Penderita Nasofaring Ini Butuh Uluran Tangan
Penderita nasofaring asal Kotabumi ini butuh bantuan pengobatan dermawan. (Foto:Lampost/Fajar Nofrita)


Kotabumi (Lampost.co)--Edy Wijaya, warga Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampura mennderita kanker,  membutuhkan uluran tangan dermawan untuk pengobatan.

Berdasarkan penuturan sang istri, Melda Sari, yang kesehariannya menjadi tenaga honorer di salah satu sekolah menengah atas negeri di Kotabumi itu semenjak vonis dokter menerangkan kesehatannya, suaminya drop.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter sang suami  mengidap penyakit kanker nasofaring stadium III.

"Selain beban pikiran, juga masalah kesehatannya. Saat ini hanya dapat terbaring di rumah sakit, setelah divonis keadaannya semakin memburuk. Dan saat ini sedang dilakukan perawatan secara intensif di RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung," kata Melda, Rabu, 24 Agustus 2022.

Itu dilakukan, menurutnya sembari menunggu konfirmasi dari RSUD Abdoel Moeloek untuk dilakukan terapi sinar. Sebab, masih menunggu antrean karena ramai yang melaksanakan.

"Sudah beberapa pekan ini saya bolak balik ke Urip, mengantar suami dirawat di sini. Selain pekerjaan sekarang berhenti suami pun sejak beberapa bulan belakangan tidak bekerja karena sempat ngedrop," terangnya.

Dia menjelaskan bahwasanya penyakit diderita sang suami diketahui setelah melakukan pemeriksaan di RS Urip Sumoharjo, setelah sebelumnya memeriksakan diri di Handayani, Kotabumi. Tepatnya di klinik dokter spesialis THT, lalu dirujuk karena keterbatasan alat.

"Awalnya berobat di spesialis syaraf, dan diketahui ada penyumpatan di kepala. Setelah diberi obat, tak kunjung reda malah tambah parah. Maka di lakukan pemeriksaan ulang di THT, karena ngeluh sakit kepala tambah parah dan keluar lelehan dari telinga," tegasnya.

Salah seorang tetangga, Sandi menambahkan secara ekonomi, pasangan tersebut tergolong ekonomi di bawah rata-rata. Sebab, sang istri hanya bekerja sebagai tenaga honorer dan suaminya kerja serabutan. Sehingga hanya mengharapkan uluran tangan keluarga dan sanak familinya.

Mereka saat ini, kata dia, tinggal bersama seorang ibu dan 2 orang adik yang telah berkeluarga. Sementara adik yang bungsu suaminta tidak bekerja. "Hanya satu yang bekerja, itu pun tak seberapa penghasilannya karena bekerja di tempat orang. Sementara dalam satu keluarga, mereka masih tinggal bersama keluarga tua," pungkasnya.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait