#Pajak

Pendapatan Sektor Pajak di 7 Kabupaten se-Lampung Terkoreksi 28,7%

Pendapatan Sektor Pajak di 7 Kabupaten se-Lampung Terkoreksi 28,7%
Kepala KPP Pratama Kotabumi, Indra Priyadi. Lampost.co/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost.co) -- Realisasi penerimaan lingkup Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kotabumi Tahun 2021 terkoreksi Rp345 miliar (28,77%) akibat penyebaran Covid-19 hampir diseluruh belahan dunia.

Kepala KPP Pratama Kotabumi, Indra Priyadi, mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pula terhadap penerima pajak di wilayahnya. Penerima pajak KKP Pratama meliputi tujuh kabupaten, mulai Lampung Utara (Lampura) hingga Pesisir Barat. 

"Tahun ini adalah tahun yang penuh tantangan bagi Direktorat Jendral Pajak (DJP) dan khususnya di lingkup KPP Pratama Kotabumi. Di tengah pendemi Covid-19, pendapatan negara saja terkoreksi sebanyak dua kali.  Dari sebelumnya direncanakansebesar Rp1.642,6 triliun menjadi 1.198, 8 triliun," kata dia dalam media gatering dan sosialisasi antikorupsi di Kantor KPP Pratama Kotabumi, Jumat, 15 Januari 2021.

Menurut Indra, target penerimaan kantor yang di pimpinnya melebihi target Rp845 miliar dengan realisasi Rp 854 miliar (101,03%). Terdiri dari penerimaan pajak penghasilan (Pph) terealisasi Rp 333,58 miliar (88,05%); pajak pertambahan nilai (PPN) terealisasi Rp 448,38 miliar (107,23%); PBB terealisasi Rp 49,8 miliar (176,25%); pajak lainnya Rp 22,3 miliar (104,5%).

"Kepatuhan penyampaian Subyek Pajak Tahunan (SPT) pun mencapai target, dari target 58.863 SPT berhasil dibukukan 59.882 SPT (100.03%). Tercapainya penerimaan ini karena beberapa faktor pendukung, seperti membaiknya sejumlah harga komoditas mulai dari sawit dan kopi. Lalu, ada pengawasan intensif serta meningkatnya pembayaran tunggakan pajak dan hasil pemeriksaan," terangnya.

Indra menjelaskan dua keringanan atau intensif diberikan kepada wajib pada tahun ini. Yakni intensif Pph 21 sebanyak 78 wajib pajak (wp) senilai Rp1,743 miliar dari 87 wp diajukan, dan pph final (PP 23) sebanyak 70 wp senilai Rp 209,2jt dari 128 wp. 

"Intensif yang diberikan pemerintah ini berupa pajak yang ditanggung pemerintah (DTP), "imbuhnya.

Pencapaian SPT tahunan terwujud berkat adanya dua program yang diintensifkan pelaksanaannya disana, lanjutnya, yakni gandeng tokoh masyarakat (Gatot) dan jemput bola SPT (Jempol pete). Serta besarnya partispasi dan masyarakat akan pentingnya membayar pajak guna mendukung program pembangunan. 

"Sesuai keberhasilan kita di 2020, maka yang sekarang kita lakukan adalah melanjutkan progran saat ini. Sebab, belum ada target pada tahun ini, "pungkasnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait