#pemutihan

Pendapatan Program Pemutihan Tembus Rp218 Miliar

Pendapatan Program Pemutihan Tembus Rp218 Miliar
Ilustrasi e-samsat. Antara Foto


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung menyatakan progam pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) berakhir sesuai target. Tercatat program pemutihan menghasilkan lebih dari Rp218 miliar.

"Alhamdulillah selama 6 bulan program pemutihan sejak 1 April sampai 30 September berjalan dengan baik dan lancar. Walaupun pelaksanaan tetap ada kendala kecil tapi secara umum berjalan dengan baik," kata Kepala Dinas Bapenda Provinsi Lampung, Adi Erlansyah, Jumat, 1 Oktober 2021.

Pihaknya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada wajib pajak PKB melalui program pemutihan ini karena taat pajak, juga atas kerjasama dirlantas polda, jasa raharja, perbankan, dan seluruh staf pelayanan.

Adapun dalam program tersebut PKB, realisasi pada September cukup besar dan meningkat. "Kita sudah duga, masyarakat memanfaatkan waktu akhir pemutihan. Dimana khusus September sampai Rp60 miliar, dua kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya," kata dia.

Selanjutnya, untuk total keseluruhan pemutihan hingga akhir 30 September pukul 21.00 WIB, senilai Rp218.715.928.991 dengan pembagian kendaraan roda dua sebanyak 198.044 unit, untuk kendaraan roda empat sebanyak 86.045 unit dengan total keseluruhan 284.089 unit.

"Dari target kita sebelumnya sesuai dengan APBD senilai Rp270 miliar, namun kami menghitung kembali sesuai potensi dengan merubah target program pemutihan APBD Perubahan senilai Rp200 miliar," katanya.

Dengan total pemutihan senilai Rp218 miliar lebih, target pendapatan menjadi 109 persen. "Angka realnya adalah tunggakan murni kendaraan menunggak lebih dari 1 tahun sebanyak 45 persen, sisanya tunggakan tahunan hanya terlambat bayar sebanyak 55 persen," ujar dia.

Jika dibandingkan dengan program yang sama yakni tahun 2017 total yang dihasilkan untuk kendaraannya sebanyak 166.999 unit dengan nilai Rp90 miliar. "Peningkatan segi rupiah sampai 140 persen ya dibandingkan tahun ini," terang dia.

Dari total kendaraan di Provinsi Lampung berdasarkan data Bapenda sebanyak 3.360.000 kendaraan dan terdapat 2 juta kendaraan tidak dibayarkan pajaknya.

"Tetapi ini data dari tahun lama, ada data kendaraan bermotor sejak tahun 1942, mungkin ada yang rusak, belum lagi kendaraan dicuri, dan sebagainya. akanya kita memanfaatkan program ini untuk peremajaan data. Sehingga kami pisahkan sebagai tidak potensial pajaknya," jelasnya.

Adapun harapan pihaknya agar kepatuhan pajak meningkat. Sehingga program pemutihan tidak bisa setiap saat di lakukan, karena membutuhkan syarat tertentu, dibuatkan pergub, ada persetujuan Mendagri baru dilaksanakan.

"Masyarakat yang berkesempatan melunasi pajak kedepannya lebih patuh membayar pajak untuk pemilik kendaraan. Kalau STNK hidup, pajak dibayar lunas tidak akan was-was dan jika dijual punya nilai lebih," tutupnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait