#pad#apbd

Pendapatan Pajak Pemkab Tulangbawang Capai Rp22 Miliar

Pendapatan Pajak Pemkab Tulangbawang Capai Rp22 Miliar
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Menggala (Lampost.co) -- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tulangbawang mengeklaim tren Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat meski masih berada di tengah pandemi covid-19. 

Kepala Bapenda Kabupaten Tulangbawang, Ferli Yuledi menyebut, pendapatan dari sektor pajak sudah terealisasi sebesar 62,12% dari total target sebanyak Rp35 miliar. 

"Sudah terealisasi Rp22.287.504.841,20 dari target Rp35.877.825.927," kata Ferli, Selasa, 7 Desember 2021.

Baca: Dewan dan Pemerintah Tulangbawang Setujui Raperda APBD 2022

 

Realisasi pendapatan daerah itu berasal dari 12 item yang dikelola, yakni pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah, sarang burung walet, mineral bukan logam, dan batuan. 

Kemudian, pajak bumi dan bangunan pedesaan-perkotaan (PBB-P2), pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), dan piutang PBB-P2.

"Pajak hotel dan penerangan jalan overload. Dari target pajak hotel Rp125.439.267 terealisasi Rp215.408.139 atau realisasi 171,72 persen. Sedangkan pajak penerangan jalan target Rp14.400.000.000 terealisasi Rp14.896.199.087 meningkat 3,45 persen," ujar dia. 

Meskipun begitu, ia mengaku masih ada kendala dalam pendapatan daerah yang disumbangkan dari sektor pajak hiburan dan restoran seiring pandemi covid-19 yang belum berakhir. 

"Tetapi kami optimistis persentase pendapatan daerah akan kembali meningkat hingga akhir tahun ini. Sebab, dari beberapa sektor tarikan pajak itu, ada yang berjanji akan menyelesaikan di Desember tahun ini. Salah satunya, pajak tol senilai Rp2,3 miliar," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait