#garudaindonesia

Garuda Indonesia Merugi Rp36 Triliun

Garuda Indonesia Merugi Rp36 Triliun
Garuda Indonesia. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatat rugi sepanjang 2020 sebesar USD2,5 miliar (kurs Rp14.400 per USD) setara Rp36 triliun dalam laporan keuangan yang belum diaudit.

Dalam bahan paparan manajemen kepada Komisi VI DPR-RI yang dikutip Medcom.id, Selasa, 22 Juni 2021, kerugian tersebut disebabkan penurunan pendapatan hingga 78 persen dari USD4,57 miliar di 2019 menjadi USD1,01 miliar di 2020.

Lalu tercatat juga EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi dengan PSAK 2020 tercatat negatif USD683,4 juta. Sedangkan EBITDA tanpa PSAK juga tercatat negatif hingga USD1,47 miliar.

Di tahun lalu, maskapai pelat merah itu mencatat total kewajiban atau utang mencapai USD9,57 miliar dengan ekuitas yang tercatat negatif USD1,99 miliar. Angka utang tersebut meningkat drastis dari total kewajiban 2019 yang sebesar USD3,74 miliar. Namun Garuda masih mencatat total aset di 2020 sebesar USD7,58 miliar.

Masih dalam bahan paparan tersebut, manajemen menjelaskan, recovery rate yang melambat menyebabkan permasalah likuiditas dan solvabilitas serius.

"Garuda saat ini sedang melakukan grand restructuring baik secara operasional dan financial untuk membuat Garuda yang sustain dan tetap menjadi Indonesia Flag Carrier," tulisnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait