#DPRD#ProvinsiLampung#Lampung#Anggaran

Pendapatan Daerah Lampung Capai Rp7,8 Triliun

Pendapatan Daerah Lampung Capai Rp7,8 Triliun
Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Jumat, 15 November 2019. (Foto: Triyadi Isworo/Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pendapatan daerah Provinsi Lampung capai Rp7,8 triliun. Hal tersebut terungkap dalam rapat paripurna  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Jumat, 15 November 2019.

Paripurna tersebut mengagendakan diantaranya; laporan Badan Anggaran, penandatanganan MoU Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2020. Paripurna berlangsung di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung

Rapat paripurna tersebut dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB namun dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Lampung, Minggrum Gumai dan jajarannya. Turut hadir juga Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto mengatakan hasil pembahasan bersama antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran DPRD menyepakati Asumsi Makro Ekonomi Provinsi Lampung tahun 2020.

Beberapa asumsi itu diantaranya, pertumbuhan ekonomi Lampung diproyeksikan 5,4 - 5,6%. Kemudian laju inflasi akan dipertahankan pada tingkat 3,0 - 3,5%. Kemudian tingkat pengangguran terbuka pada tingkat 3,85%, kemudian presentase penduduk miskin 11%, serta indeks pembangunan manusia (IPM) pada level angka 70,23. "Pendapatan daerah Rp 7.866.926.360.164,- kemudian untuk belanja daerah sebesar Rp7.756.746.360.165,-," katanya.

Dalam pembahasan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2020, terdapat pula pokok-pokok pembahasan yang terkait dengan alokasi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah.

Fahrizal Darminto mengatakan di sisi pendapatan daerah dengan memperhatikan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ada, maka penerimaan diproyeksikan lebih tinggi 60 Miliar dari yang semula diajukan.

Penerimaan tersebut antara lain berasal dari penerimaan pajak kendaraan bermotor bertambah 25 Milyar, penerimaan pajak rokok ditargetkan naik 10 Milyar, dan lain-lain. PAD yang sah yang diupayakan meningkat sebesar 25 Milyar.

"Dalam rangka mengoptimalkan komposisi dan kualitas belanja daerah terdapat beberapa penyesuaian terhadap alokasi dana belanja tak langsung maupun langsung," katanya.

Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay mengatakan pihaknya berharap dengan anggaran yang terbatas bisa dilaksanakan dengan baik. Ia mengatakan dengan adanya peningkatan anggaran maka peningkatan kualitas juga meningkat.

"Ada rujukan juga dari periode lalu sebagai kajian-kajian kita. Kita berharap APBD bisa dipertanggungjawabkan. Kita juga melakukan fungsi pengawasan," kata Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung ini.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait