#PencurianTruk

Pencuri Truk dan Oknum DPRD Penadah Jadi Tersangka, Pelaku Lain Masih Diperiksa

Pencuri Truk dan Oknum DPRD Penadah Jadi Tersangka, Pelaku Lain Masih Diperiksa
Ilustrasi/Lampost.co


Lampung Selatan (Lampost.co): Usai menetapkan dua tersangka terkait tindak pidana pencurian kendaraan truk, Polres Lampung Selatan masih melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan dalam perkara tersebut.

Komplotan merampas truk Hino di  Jalan Ir. Sutami, sebelum gerbang masuk PT. CJ, Desa Sukanegara Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan pada 30 November 2020. Korban, Eko Susanto (25) warga Tanjungbintang, Lampung Selatan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek setempat melalui surat bernomor : LP / B -  942/XII/ 2020/Spk / Sek Tanjung Bintang / Res Lamsel,  tanggal 02 Desember 2020.

Modus pencurian yang dilakukan pelaku dengan mengadang korban di tengah jalan dengan alasan mobil tersebut bermasalah oleh pihak leasing. Korban dituding menunggak tujuh  bulan pembayaran. Padahal, menurut korban, tidak pernah ada tunggakan sepeser pun dengan pihak leasing.

Komplotan secara paksa mengambil mobil tersebut. Sedangkan korban dinaikkan ke mobil pelaku, kemudian diturunkan di Jalan Ir. Sutami depan PT. Garuda Food Sukabumi Bandar Lampung.

Pada hari selanjutnya, komplotan menuju rumah oknum anggota DPRD Lampung Utara, HT. Di lapak jual beli singkong dan sawit di Desa Pekurun Kecamatan Abung Pekurun Kabupaten Lampung Utara  mobil tersebut dijual dan kemudian terjadilah negosiasi hingga disepakati harga Rp. 42.500.000,- dan dibayar HT berupa DP secara cash, sedangkan sisanya akan ditransfer.

Polsek Tanjungbintang bersama Polres Lampung Selatan sudah menetapkan dua orang tersangka yakni, Fahri Andrean (27), Warga Tanjungbintang selaku pencuri truk milik Eko Susanto, dan Oknum Anggota DRPD Lampung Utara berinsial HT, selaku penadah hasil curian tersebut.

"Perkara masih terus berjalan prosesnya, sudah dua tersangka," ujar Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar, Minggu 6 Desember 2020.

Sementara, untuk pelaku-pelaku yang diduga terlibat seperti IPDA Y, Bripka H, selaku anggota di Mapolresta Bandar Lampung, H alias Y pecatan polisi, G A dan S dari warga biasa, dan E anggota Dishub Bandar Lampung,  masih dilakukan  proses penyidikan. Polres Lampung Selatan sudah mengirimkan surat panggilan, kepada pihak-pihak yang diduga terlibat sebagai saksi terperiksa.

Kapolres tak memaparkan secara rinci sudah beberapa terduga pelaku yang diperiksa.

"Informasinya masih proses pemeriksaan. Kemarin pemanggilan beberapa orang. Untuk statusnya belum kita tentutkan karena masih proses pemeriksaan," katanya.

Sementara dari Informasi yang beredar, selain oknum aparat, juga ada terduga pelaku berinisial E yang bekerja sebagai personel Dishub Bandar Lampung. Namun hal itu dibantahKadishub Bandar Lampung Achmad Husna. Ia mengatakan, di jajarannya tidak ada inisial E seperti informasi yang banyak diembuskan.

"Sudah dicek. Tidak ada nama,umur, dan alamat tersebut yang sesuai dengan personel Dishub Kota Bandar Lampung," paparnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait