#beritalampung#beritalampungterkini#pencurian#kriminal#kriminalitas

Pencuri Ponsel di Bawah Umur Tidak Ditahan

Pencuri Ponsel di Bawah Umur Tidak Ditahan
Ilustrasi. Dok


Way Kanan (Lampost.co) -- Satreskrim Polsek Banjit meringkus RA (13), warga Kecamatan Kasui, Way Kanan, atas dugaan mencuri ponsel di salah satu rumah warga. Namun, karena masih di bawah umur tidak dilakukan penahanan.

Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna melalui Kapolsek Banjit Iptu Supriyanto menjelaskan kronologis kejadian pencurian ponsel terjadi Kamis, 20 Oktober 2022, pukul 02.00 WIB. Saat itu korban Agus, warga Kampung Menanga Siamang, Kecamatan Banjit, bangun tidur dan menuju ke dapur untuk mengambil air minum.

Baca juga: Satu Pencuri Dinamo di Way Panji yang Dimassa Warga Tewas di Rumah Sakit 

Korban melihat pintu belakang rumah sudah terbuka. Setelah mengecek warung yang ada di dalam rumah, korban mendapati uang tunai di laci warung sekitar Rp1 juta, 5 pak rokok berbagai merek serta tas selempang warna merah milik istri korban yang di dalamnya berisi uang tunai Rp5 juta sudah tidak ada lagi di tempatnya.

“Tak hanya itu pelaku juga mengambil satu unit ponsel merek OPPO tipe A12 dan VIVO Y12s yang diletakkan di dalam rumah korban. Korban kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Banjit,” ujarnya, Kamis, 3 November 2022.

Sementara itu, untuk kronologis penangkapan berlangsung Selasam 1 Novembver 2022, pukul 23.00 WIB, Tekab 308 Presisi Polsek Banjit meringkus RA (13) dan barang bukti saat di kediaman tanpa perlawanan. Adapun barang bukti yang diamankan satu unit ponsel merek VIVO  Y12S milik korban.

"Sementara untuk pelaku utama inisial R (DPO) ini masih kami kejar. Mudah-mudan dapat segera diamankan," katanya.

Kapolsek Banjit Iptu Supriyanto menambahkan untuk RA yang merupakan anak di bawah umur tidak dilakukan penahanan karena berdasarkan UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) Pasal 32 menyebutkan syarat penahanan anak berusia 14 tahun atau lebih.

"Dalam waktu dekat ini akan kami lakukan diversi dengan korban dan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kotabumi,” ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait