#CURANMOR#BERITABANDARLAMPUNG

Pencuri Motor Bersenpi Dibekuk di Bandar Lampung

Pencuri Motor Bersenpi Dibekuk di Bandar Lampung
Pelaku saat diinterogasi polisi di Mapolresta Bandar Lampung, Jumat, 15 Juli 2022. (Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota Satreskrim Polresta Bandar Lampung membekuk pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah hukumnya, Selasa, 12 Juli 2022. Pelaku Sabri (19) membawa senjata api (senpi) tiap beraksi. 

Kanit Ranmor Polresta Bandar Lampung Iptu Saidi Jamil mengatakan pelaku merupakan warga Ajipemanggilan, Lampung Tengah, beraksi bersama rekannya yang masih dalam pengejaran. 

Menurutnya, sebelum beraksi kawanan Curanmor ini berpatroli atau hunting di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung. Jika melihat motor terparkir jauh dari pemiliknya, mereka langsung beraksi.

"Dilihat gak ada orangnya mereka mendekat. Dalam hitungan detik, langsung membawa motor dengan cara merusak kunci kontak motor dengan letter T,"ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung, Jumat, 15 Juli 2022. 

Saidi juga menjelaskan kawanan curanmor ini terkenal sadis meski pendatang baru. Mereka selalu membawa senpi untuk berjaga-jaga. Komplotan ini juga tidak segan-segan menodongkan senpi kepada korban atau orang yang membahayakan dirinya. 

"Kami masih terus kembangkan kasus ini, penadah maupun tempat di mana mereka merakit senpi ini;" kata Saidi.

Baca juga: Komplotan Pencuri Bersenpi Gasak Brankas Minimarket di Tanjungkarang 

Menurutnya, dari pengakuan pelaku, mereka sudah melancarkan aksi sebanyak tiga kali yakni di Way Halim, Way Kandis, dan Bandar Lampung. 

Sabri mengaku diajak oleh rekannya yang kabur saat penangkapan. Ia bekerja sebagai pemulung di Kota Bandar Lampung. 

"Sebelumnya saya kerja sebagai mulung, kawanan saya ini ngajak ada kerjaan katanya, ikut aja saya,"ujarnya. 

Adapun barang bukti yang disita yakni satu pucuk senpi rakitan berikut tiga amunisinya, kartu identitas pelaku, dan STNK motor. Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Selain itu, dijerat undang-undang darurat tahun 1951 tentang senjata tajam ancaman maksimal sepuluh tahun penjara. 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait