#pencemaransungai#waysekampung

Pencemaran Way Sekampung Menunggu Hasil Uji Sampel Laboratorium DLH Lampung

Pencemaran Way Sekampung Menunggu Hasil Uji Sampel Laboratorium DLH Lampung
Ilustrasi. Lampungpost.id


Sukadana (Lampost.co) -- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Timur KMS Tohir Hanafi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Lampung terkait dugaan pencemaran Way Sekampung. Pihaknya juga masih menunggu hasil uji sampel air yang dilakukan Laboratorium DLH Lampung.

Dia menjelaskan DLH Lamtim mendampingi tim dari DLH  Lampung sudah turun ke lapangan pada Selasa, 10 November 2020. Tim DLH Lamtim bertindak sebagai pendamping karena berdasarkan PP No.38 Tahun 2011 tentang Sungai, pengelolaan sungai yang melintasi beberapa kabupaten/kota adalah kewenangan gubernur. 

“Karena itu, kami dari Tim DLH kabupaten turun ke lapangan hanya sebagai pendamping Tim DLH Lampung,” kata Hanafi, Senin, 16 November 2020.

Saat turun ke lapangan, selain melakukan pengamatan tim juga mengambil sampel air di lokasi Bendung Gerak Jabung,  jembatan Way Sekampung Desa Bungkuk, Kecamatan Margasekampung, outlet downstream dan upstream PT Permentech, Kecamatan Sekampungudik.

“Pelaksanaan pengamatan dan pengambilan sampel air disaksikan Forkopincam Jabung, aparat Desa Jabung, saksi pelapor (Bendung Gerak Jabung), disaksikan warga Bungkuk/pedagang yg berdomisili di sekitar jembatan, dan dari PT Permentech,” ujarnya.

Saat tim melakukan pengamatan di lokasi Bendung Gerak Jabung, kondisi air berwarna hijau (normal), air sedikit berbau, tidak ditemukan ikan/hewan air yang mengalami kematian, PH air normal (6-7). Kemudian, di lokasi Jembatan Way Sekampung Desa Bungkuk, kondisi air berwarna hijau, air sedikit berbau, tidak ditemukan ikan/hewan air yang mati, PH air normal (6-7). Lalu di lokasi PT Permentech, warna air jernih, tidak berbau, tidak ditemukan ikan/hewan air yang mati, PH air normal (6-7).

Meski demikian, kata Hanafi, dari keterangan sejumlah saksi menyebutkan sering terjadi pencemaran air di Sungai Way Sekampung. Adapun kondisi air saat tercemar, di antaranya berwarna hitam/keruh, air berbau, dan banyak ditemukan ikan yang mati. 

Kemudian sejak Oktober 2020 hingga tim turun melakukan pengamatan, sudah empat kali terjadi pencemaran dengan siklus reaksi air kurang lebih 1-7 hari, dan pada hari ke-7 air sungai akan normal kembali.

Dia menambahkan pihaknya kini masih menunggu hasil uji air di Laboratorium DLH Lampung. Sebab, hasil uji sampel air tersebut baru dapat diketahui selambat-lambatnya 10 hari dari saat pengamatan. 

Hanafi menyebutkan masyarakat setempat berharap agar kasus tersebut dapat terungkap, baik sumber pencemaran maupun penanggung jawab atas terjadinya kasus tersebut. Masyarakat juga berharap agar dibentuk organisasi/satgas swadaya yang difasilitasi pemerintah dengan tugas pokoknya sebagai pengawas/pengontrol DAS Way Sekampung yang berada di wilayah administrasi Lampung Timur.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait