#Stunting#GiziBuruk

Pencegahan Stunting di Bandar Lampung Sasar Remaja Putri

Pencegahan <i>Stunting</i> di Bandar Lampung Sasar Remaja Putri
Kantor Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Angka prevalensi stunting di Kota Bandar Lampung masih sebesar 19,4% pada 2021 lalu. Jumlah itu masih di bawah target pemerintah pusat, yakni maksimal 14%.


Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung, Leny Syahnimar menyampaikan, penanganan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemberian gizi terhadap balita. Menurutnya, perlu juga melakukan intervensi pada remaja putri dengan memberikan tablet penambah darah bagi anak perempuan usia 12-18 tahun.

Tablet penambah darah diberikan melalui unit kesehatan sekolah (UKS). Setiap siswi mendapatkan satu butir tablet/minggu selama setahun.

"Setiap hari Jumat kita ada kegiatan ke sekolah untuk memastikan para remaja putri ini minum tablet penambah darah," jelasnya, Kamis, 19 Mei 2022.

Baca: Penanganan Stunting di Bandar Lampung Diperluas ke 7 Kecamatan

 

Ia mengatakan, pada usia remaja, anak perempuan mulai mengalami menstruasi. Pada masa awal, sangat rentan mengalami kekurangan darah yang akan berdampak pada kesehatan organ reproduksi.

Hal tersebut penting karena kesehatan calon ibu juga akan mempengaruhi bayi yang dilahirkan nantinya. Dengan menjaga kesehatan sejak dini maka bisa mengurangi potensi terjadinya stunting pada bayi yang lahir.

"Saat kunjungan itu, kita juga memberikan edukasi kepada remaja putri tentang kesehatan reproduksi," kata Leny.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait