mesirpencaksilat

Pencak Silat dan Bahasa Indonesia Makin Diminati di Mesir

Pencak Silat dan Bahasa Indonesia Makin Diminati di Mesir
Festival Budaya Indonesia di Kairo. Foto: Dok. KBRI Kairo


JAKARTA (Lampost.co) -- Atdikbud Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo menjelaskan, saat ini terdapat 1.802 warga Mesir yang tengah belajar bahasa Indonesia. Mereka belajar di tiga tempat, yaitu Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) di Kairo, Universitas Al-Azhar, dan Pusat Studi Indonesia di Universitas Canal Suez, Ismailia.

 

Selain itu, terdapat 1.600 warga Mesir yang juga belajar seni bela diri pencak silat. Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Mesir memiliki hubungan biletaral yang sangat erat dalam bidang pendidikan, kebudayaan, ekonomi, politik dan perdagangan.

"Hubungan ini perlu dijaga dan ditingkatkan, salah satunya melalui Festival Budaya Indonesia yang kita laksanakan hari ini,” ucap Bambang di sela-sela Festival Budaya Indonesia di kampus Universitas Mansoura, dikutip dari siaran pers, Rabu, 16 Desember 2020.

Aya Yahya, salah seorang mahasiswi dari Kairo yang turut serta dalam festival tersebut mengungkapkan kekagumannya terhadap kekayaan budaya Indonesia. “Saya bangga bisa menghadiri acara ini. Saya mendapatkan banyak informasi secara langsung tentang Indonesia dan bisa menyaksikan budaya Indonesia. Saya berharap suatu saat bisa berkunjung ke Indonesia”, imbuhnya.

Sementara itu, Fatimah Jamal Abdel Dayem, salah satu warga Mesir juga merasa bersyukur bisa terlibat dalam festival budaya ini. “Sebagai warga Mesir, saya bangga bisa memandu acara festival budaya dengan bahasa Indonesia. Terima kasih kepada Puskin yang telah mengajarkan bahasa Indonesia,” ucap lulusan Universitas Al-Azhar tersebut.

Acara festival budaya ini secara resmi dibuka Rektor Universitas Mansoura Ashraf Abdel-Baset dengan memainkan Angklung bersama para pimpinan universitas dan pejabat KBRI Kairo. Selain itu, pimpinan, dosen dan mahasiswa Universitas Mansoura sangat antusias mengikuti rentetan acara festival tersebut.

Hal ini terbukti dengan antusias peserta di Auditorium Abdul Fattah Hasan dan taman Fakultas Hukum Universitas Mansoura dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, auditorium dengan kapasitas 600 orang tersebut terisi penuh oleh para mahasiswa dan dosen.
 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait