#beritalampung#beritalampungterkini#tatakota#penataankota

Penataan Kabel dan Tiang Provider Harus Ada Regulasi

Penataan Kabel dan Tiang Provider Harus Ada Regulasi
Tiang-tiang provider yang dianggap mengganggu tata kota Bandar Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Perkotaan IB Ilham Malik mengatakan Pemerintah Kota Bandar Lampung belum memiliki regulasi mengenai penataan perkotaan seperti pemasangan kabel dan tiang provider. Hal itu menyebabkan menjamurnya riang-tiang ilegal.  

"Memang pemkot belum memiliki kebijakan soal penataan perkotaan semacam penataan kabel atau tiang provider dan sebagainya. Itu masih belum ada dalam rencana tata ruang kota kita," katanya, Kamis, 6 Oktober 2022.

Baca juga: Kabel Semrawut di Jalan Sudirman Bandar Lampung Dibenahi 

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Itera itu mengatakan tidak adanya regulasi mengakibatkan menjamurnya tiang-tiang yang dipasang secara ilegal. Hal itu diakuinya sangat memprihatinkan. "Dan itu akhirnya membuat pemerintah tidak memiliki kewenangan untuk menuntut para perusahaan yang mendirikan tiang secara sembarangan," ujarnya.

Ilham mengatakan Pemkot Bandar Lampung seharusnya sudah memiliki rancangan sendiri mengenai pendaftaran dan peraturan pemasangan tiang serta kabel provider. Sebab, jika tidak ada, kondisi tata kota akan semakin memprihatinkan.

"Sebagai sebuah kota besar harusnya Bandar Lampung itu memiliki sistem jaringan sarana dan prasarana yang baik. Terus terang saja memang banyak pihak sudah merasa keberadaan kabel-kabel itu sangat mengganggu, tapi tidak adanya aturan menjadi kendala," katanya.

Dia berharap dalam waktu dekat Pemkot Bandar Lampung segera memiliki regulasi mengenai penataan kabel dan tiang provider itu. Misalnya, aturan tentang penanaman kabel di dalam tanah.

"Sesungguhnya pembiayaan untuk menanam kabel di jaringan bawah tanah itu mereka (pemkot) sudah punya tetapi prioritas mereka bukan itu. Kalau di Bandar Lampung  kabel-kabel itu bisa ditanam di dalam tanah semua, akan sangat bagus," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait