#stunting#kesehatan#beritalampung

Penanganan Stunting di Lampung Butuh Peran Semua Pihak

Penanganan Stunting di Lampung Butuh Peran Semua Pihak
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana. Foto: Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung melakukan berbagai langkah untuk menurunkan angka stunting di Bumi Ruwai Jurai. Penanganan stunting dilakukan bersama-sama dengan seluruh pihak yang ada di pemerintah daerahnya dan masyarat di desa/kelurahan.

Di tahun 2020 diprioritaskan di Kabupaten Lampung Utara dan Pesawaran. Sedangkan di tahun 2021 diprioritaskan di Kabupaten Tulangbawang, Way Kanan, Pringsewu, dan Kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya dan langkah-langkah untuk penanganan stunting di Provinsi Lampung. Langkah tersebut di antaranya melakukan pertemuan focus group discussion (FGD) stunting bersama Bappeda Provinsi Lampung dan seluruh tim penilai aksi konvergensi stunting. Kemudian, pertemuan FGD stunting bersama Dinas PMD Provinsi Lampung, tenaga ahli pendamping desa, kabupaten/kota, dan penanggungjawab program gizi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

Baca juga: Turunkan Angka Stunting Melalui Intervensi Spesifik dan Sensitif

"Dalam upaya penanganan stunting ini juga, Pemprov Lampung memiliki suatu wadah bernama Lampung Stunting Agency (LSA). Ini merupakan suatu wadah yang juga bisa menghimpun CSR dari perusahaan yang akan membantu untuk penurunan stunting. Kami juga telah melakukan rapat aksi konvergensi stunting bersama tim Dinas Kesehatan dan Dinas PPPA se-Provinsi Lampung," kata Reihana di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 26 November 2020.

Reihana menyebutkan pihaknya juga melakukan kegiatan supervisi terpadu intervensi spesifik penanganan stunting di desa lokus bersama kepala desa, KPM, dan puskesmas. Kemudian melakukan pertemuan orientasi surveilas gizi dalam pemantauan pertumbuhan balita di kabupaten lokus dan kunjungan balita stunting dalam rangka supervisi terpadu intervensi spesifik penanganan stunting di desa lokus bersama TP PKK Provinsi Lampung. Termasuk adanya pertemuan STBM Santri Sehat terpadu di desa lokus dan pertemuan koordinasi penguatan penggunaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

"Kita melakukan pengejaran target pecepatan stop buang air besar sembarangan atau open defecation free (ODF) kabupaten/kota sampai tahun 2024. Juga pemberian makanan tambahan (PMT) untuk ibu hamil dengan kekurangan energi kronik (KEK) dan pemberian PMT untuk balita kurus," katanya. 

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait