#hukum#beritalampung#bandarlampung

Penanganan Perkara Darusalam oleh Kejari Bandar Lampung Tak Patuhi Surat Edaran Kejagung

Penanganan Perkara Darusalam oleh Kejari Bandar Lampung Tak Patuhi Surat Edaran Kejagung
Penasehat Hukum Nuryadin Handri Martadinata saat menggelar konferensi pers, Jumat, 30 April 2021. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co): Penasehat Hukum Nuryadin Handri Martadinata mempertanyakan pengembalian berkas kliennya oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung. Pihaknya menilai ada suatu hal dalam perkara itu. Namun, sejauh ini pihaknya masih berpikir positif terhadap pihak Kejari Bandar Lampung.

”Siang tadi kami menerima berkas P19 dari Kejari. Kemarin sudah dilengkapi berkas oleh penyidik kepolisian,” kata Handrinata dalam konfrensi pers di Rumah Makan Bone, Bandar Lampung, Jumat, 30 April 2021.

Berkas yang dikirimkan jaksa sudah dilimpahkan kembali oleh penyidik Polresta kepada pihak Kejari. Pihaknya berharap apabila ke depannya tidak ada lagi berkas yang dikembalikan, karena hal ini sudah berkali-kali terjadi. Bahwa penanganan suatu perkara harus berdasarkan surat edaran Kejagung tahun 2011.

“Kami harap tidak lagi terjadi bolak balik berkas. Karena berdasarkan surat edaran Kejaksaan Agung tahun 2011, bahwa prinsipnya proses hukum harus efektif dan meminimalisir terjadinya pengembalian berkas suatu perkara,” kata dia.

Seharusnya, kata Handri, Kejari Bandar Lampung lebih tegas dalam memberikan petunjuk dan jangan terkesan seolah-olah ada sesuatu dalam tanda kutip bahwa patut diduga adanya diskriminasi.

“Mungkin karena terlapor adalah salah satu orang kuat atau tokoh yang sebelumnya sudah pernah kita sampaikan ke kawan-kawan media. Dalam hal ini kami tidak sependapat dengan proses-proses seperti itu," katanya.

Pada poin pentingnya, lanjut Handri, sesuai surat edaran Kejaksaan Agung, bahwa sepanjang syarat materil terlengkapi, seharusnya segera dilimpahkan tahap dua. Sehingga yang menentukan salah tidaknya adalah pengadilan, bukan penuntut umum.

“Jadi kami berharap pengembalian berkas yang sudah dilakukan oleh penyidik kepolisian yang ketiga kalinya tidak ada lagi pengembalian oleh pihak jaksa. Kejari jangan sampai tebang pilih dalam penanganan kasus ini. Ini kan kasus biasa dan bukan perkara berat,” pungkasnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait