Pajaklampungbarat

Penanganan Pajak Air Permukaan di Lambar Dialihkan ke Samsat Liwa

Penanganan Pajak Air Permukaan di Lambar Dialihkan ke Samsat Liwa
Kepala Samsat Liwa, Desilia Putri. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- UPTD Samsat Liwa mulai mengelola potensi pendapatan yang bersumber dari pajak air permukaan pada 2021 ini. Hal ini menambah tugas pokok instansi tersebut selain melayani pajak kendaraan bermotor dan BBNKB.

Kepala Samsat Liwa, Desilia Putri, menjelaskan target pajak air bawah tanah provinsi Rp4 miliar.

Untuk pengelolaan pajak air permukaan sifatnya lebih kepada penggalian potensi. Untuk itu ia belum bisa memastikan berapa potensi penerimaannya. Selama ini, pendapatan pajak tersebut di Lampung Barat (Lambar) dikelola provinsi dengan realisasi sebesar Rp1,8 miliar yang dipungut dari PLTA Way Besai dan PDAM Limau Kunci Liwa.

"Ke depan selain dari dua sumber ini, pihaknya akan menggali potensi pajak air permukaan lainya. Ia meyakini jika di Lambar memiliki banyak potensi pajak air permukaan yang tersebar di 15 kecamatan," kata Desil, Kamis, 7 Januari 2021.

Ia menjelaskan, air permukaan yang menjadi objek pajak dari kegiatan pengambilan atau pemanfaatan air permukaan yang hasilnya untuk diperjualbelikan bagi masyarakat umum seperti pembangkit listrik, usaha air minum dan lainnya.

Air permukaan yang dikenakan pajak itu adalah pemanfaatan semua air yang ada di permukaan tanah kecuali air laut. Pemanfaatan air permukaan yang hasilnya dikelola dan diperjualbelikan itu akan menjadi objek penggalian potensi bagi pihaknya untuk dikenakan pajak sesuai ketentuan.

Untuk memaksimalkan upaya penggalian objek pajak dari pemanfaatan air permukaan, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan Pemkab melalui satker terkait.

Sebagai langkah awal, lanjut dia, pihaknya akan melakukan pendataan terhadap perusahan-perusahaan yang memanfaatkan air permukaan. Harapannya agar ke depan perusahaan yang belum masuk dalam data wajib pajak air permukaan itu dapat berkontribusi bagi daerah.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait