#kecelakaan#lalulintas

Penanganan Dua Kasus Lakalantas di Lamsel lewat Restorative Justice

Penanganan Dua Kasus Lakalantas di Lamsel lewat <i>Restorative Justice</i>
Ilustrasi. Medcom.id/Mohamad Rizal


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Lampung melaksanakan penanganan perkara melalui restrorative justice (mediasi pelaku dan korban) terhadap dua pekara pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan kecelakaan. 


Restorative Justice tersebut disetujui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumbawa. Fadil memerintahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan (Lamsel) untuk menerbitkan SK Penghentian Penuntutuan berdasarkan Keadilan Restorative.

Dua perkara melibatkan tersangka Zulkifli  dan Derry Okvianto yang melanggar Pasal 310 Ayat 1 dan 3 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Merujuk pada Pasal 310 Ayat 4, para pelaku diancam pidana maksimal lima tahun penjara karena mengakibatkan korban mengalami luka berat.

"Ya, benar. Sudah diterima usulan tersebut," kata Kasinpenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra, Senin, 16 Mei 2022.

Baca: Fortuner dan Mio Adu Banteng di Way Bungur Lamtim, Satu Orang Tewas

 

Alasan pemberian restorative justice karena kedua tersangka baru pertama kali melanggar pidana. Kemudian, sudah ada proses perdamaian dan permintaan maaf antara para tersangka dan tiap-tiap korban.

Selanjutnya, tersangka berjanji tidak mengulangi perbuatannya, proses perdamaian dilakukan secara sukarela, serta musyawarah mufakat digelar tanpa intimidasi.

Tersangka dan korban juga setuju tidak melenjutkan perkara ke ranah persidangan karena tidak akan membawa manfaat yang besar.  Terakhir karena pertimbangan sosiologis dan masyarakat merespons positif.

"Alasan pemberian sudah ada dan terpenuhi," katanya. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait